PROFIL SINGKAT PEJABAT KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN



Agus Gumiwang Kartasasmita - Menteri Perindustrian

Lahir di Jakarta pada tanggal 3 Januari 1969, Agus Gumiwang Kartasasmita terpilih untuk menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada tanggal 23 Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019 – 2024 yang merupakan periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Agus Gumiwang pernah dilantik menjadi Menteri Sosial pada 24 Agustus 2018 hingga 20 Oktober 2019. Selama menjadi Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Revitalisasi Kesetiakawanan Sosial dalam acara “Anugerah Indonesia Maju 2018-2019” yang diselenggarakan oleh Harian Rakyat Merdeka dan Warta Ekonomi.

Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Bachelor of Science Commercial and Industrial Economic dari Pacific Western University (1994). Melanjutkan pendidikannya di Program Pascasarjana Magister Administrasi Publik Universitas Pasundan (2009). Setelah itu ia mendapatkan gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari Universitas Padjajaran (2014).




Achmad Sigit Dwiwahjono - Sekretaris Jenderal

Tanggal 14 Agustus 2019 Pria yang lahir di Malang 1960 ini diangkat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, sebelumnya Achmad Sigit pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka sejak Juli 2016, Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional tahun 2015-2016, Direktur Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah III tahun 2010-2015, Atase Perindustrian di Tokyo tahun 2007 - 2010 dan Kepala Bagian Program dan Evaluasi pada Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia tahun 2005 - 2007. Peraih Sarjana Teknik Kimia tahun 1985 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini menyelesaikan pendidikan Magister Kebijakan Publik di Saitama University, Jepang. Penghargaan yang diraih Achmad Sigit Dwiwahjono yaitu Satyalancana Karya Satya 10 tahun oleh Kementerian Perindustrian pada tahun 2001.




Abdul Rochim - Direktur Jenderal Industri Agro

Lahir di Tuban, Jawa Timur 1961, Abdul Rochim terpilih untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Agro pada tanggal 13 Juni 2019. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan (2014 – 2016), sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro (2010 - 2014), Kepala Bagian Program dan Evaluasi pada Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia (2007 – 2010), Kepala Sub Direktorat Program pada tahun 2007 dan Kepala Sub. Direktorat Kerjasama Industri dan Promosi Investasi (2005 – 2007). Selama berkarir di Kementerian Perindustrian, Abdul Rochim pernah mendapat penghargaan diantaranya Satyalancana Wira Karya XXX Tahun pada tahun 2012 dan Satyalancana Karya Satya X Tahun pada Tahun 2000. Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Teknologi Ekonomi Industri Gas dan Petrokimia dari Universitas Indonesia (1989) dan melanjutkan pendidikannya di Program Pascasarjana Magister Ilmu Administrasi dari Universitas Indonesia (2000).




Muhammad Khayam - Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil

Pria kelahiran Jakarta 1962 ini terpilih untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil pada tanggal 18 Oktober 2019. Muhammad Khayam sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (2018 – 2019), menjabat sebagai Direktur Industri Kimia Hulu (2016 – 2018), menjabat sebagai Direktur Industri Kimia Dasar (2014 – 2016), sebagai Kepala Sub. Direktorat Industri Kimia Organik Dasar pada Direktorat Industri Kimia Dasar (2010 – 2014), sebagai Kepala Sub. Direktorat Kerjasama Industri dan Promosi Investasi (2007-2010). Muhammad Khayam memperoleh beberapa penghargaan selama berkarir di Kementerian Perindustrian yaitu Satyalancana Karya Satya X dan XX tahun oleh Presiden RI pada tahun 2001 dan 2017. Menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (1990) dan melanjutkan pendidikannya di Program Pascasarjana Magister Teknik Mesin di Universitas Indonesia (2002).




Taufiek Bawazier - Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika

Pria kelahiran Gresik 1969 ini ditetapkan untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika sejak 08 Mei 2020. Taufiek Bawazier sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri sejak Januari 2020, pernah menjabat sebagai Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi sejak 14 November 2018, Direktur Industri Kimia Hilir sejak September 2017 dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka sejak Juni 2016. Taufiek Bawazier menyelesaikan pendidikan dan meraih Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Lalu melanjutkan pendidikannya di Program Magister Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah itu ia mendapatkan gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Indonesia (2011).




Gati Wibawaningsih - Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka

Perempuan Kelahiran Bogor 1961 ini terpilih untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka sejak 04 Februari 2019. Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah sejak September 2016, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan sejak Januari 2016, Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi sejak Maret 2014, dan Direktur Industri Kecil dan Menengah Wilayah II sejak Oktober 2010. Gati Wibaningsih menyelesaikan dan meraih Sarjana Kimia dari Institut Teknologi Tekstil, Bandung (1985). Lalu melanjutkan pendidikannya di Program Magister Ekonomi dari Vanderbilt University, Amerika Serikat (1993). Selama berkarir, Gati Wibawaningsih memperoleh beberapa penghargaan, yaitu Satyalancana Karya Satya XXX Tahun dan Satyalancana Karya Satya XX Tahun oleh Kementerian Sekretariat Negara, Republik Indonesia pada tahun 2017 dan tahun 2015 serta Satyalancana Karya Satya X tahun oleh Presiden RI pada tahun 2001.




Dody Widodo - Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional

Lahir di Jakarta pada tahun 1963, Dody Widodo terpilih untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional pada tanggal 08 Mei 2020. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pendalaman, Penguatan dan Penyebaran Industri sejak September 2019, sebagai Direktur Akses Industri Internasional (2018 – 2019), sebagai Direktur Ketahanan Industri (2016 – 2018), Kepala Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan serta Kepala Bagian Hukum dan Iklim Usaha pada Sekretariat Direktorat Jendral Industri Kecil dan Menengah (2013 – 2016), Kepala Sub Direktorat Akses Industri - Dit KII Wilayah I dan Multilateral (2010 – 2013), Kepala Bagian Program dan Evaluasi - Ditjen Kerjasama Industri Internasional (2007– 2010), Kepala Sub Bagian Iklim Usaha dan Kerjasama Regional - Setditjen Industri Alat Transformasi dan Telematika (2005 – 2007), Kasie Eropa Barat - Dit. Kerjasama Bilateral II (2004 – 2005), dan Asisten Atase Perindustrian dan Perdagangan untuk Masyarakat Ekonomi Eropa di Brussel, Belgia (2001 – 2004). Selama berkarir di Kementerian Perindustrian, Dody Widodo mendapat penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 tahun dan 30 Tahun pada tahun 2019 dari Presiden RI, Indonesia. Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Kimia Tekstil dari Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (1988). Melanjutkan pendidikannya di Program Pascasarjana Magister Perencanaan Kebijakan Publik, Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia (2001).




Arus Gunawan - Inspektur Jenderal

Lahir di Lamongan 1965, merupakan Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian sejak 03 Maret 2020. Arus Gunawan sebelumnya pernah menjabat sebagai Inspektur 1 pada November 2018, Direktur Pengembangan Wilayah Industri I pada Desember 2016, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian pada Januari 2016, menjabat Sekretaris Inspektorat Jenderal pada Maret 2014, Kepala Sub Direktorat Industri Elektronika Konsumsi dan Komponen pada Direktorat Industri Elektronikpada Maret 2011, serta Kepala Sub Direktorat Program, Evaluasi dan Pelaporan - Direktorat industri Permesinan dan Alat Mesin pada Oktober 2010. Arus Gunawan menempuh pendidikan dan meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Sains dan Teknologi Nasional (1993). Selama berkarir di Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan pernah mendapat penghargaan Satyalancana Karya Satya XX Tahun oleh Kementerian Sekretariat Negara, Republik Indonesia pada tahun 2015.




Doddy Rahadi - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Lahir di Jakarta 1966, Doddy Rahadi terpilih untuk menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri pada tanggal 08 Mei 2020. Doddy Rahadi pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional sejak Juni 2019, sebagai Sekretaris Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (2018 – 2019), sebagai Direktur Industri Logam (2016 – 2018) , sebagai Atase Perindustrian Tokyo (2014 – 2016) dan Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga di Pusat Komunikasi Publik (2011 – 2014). Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung (1991). Melanjutkan pendidikannya di Program Pascasarjana Magister Teknik dan Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (2002). Setelah itu ia mendapatkan gelar Doktor Manajemen dari Universitas Padjajaran (2017). Selama berkarir, Doddy Rahadi memperoleh penghargaan Satyalancana Karya Satya XX Tahun oleh Kementerian Sekretariat Negara, Republik Indonesia pada tahun 2018.




Eko S.A. Cahyanto - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri

Lahir di Surabaya tahun 1973, merupakan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri yang dilantik sejak Juni 2019 dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Organisasi sejak Maret 2016. Eko Cahyanto sebelumnya berkarir diluar Kementerian Perindustrian yaitu Sekretariat Kabinet, diantaranya pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pembangunan Daerah Tertinggal pada Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sejak Agustus 2015, Kepala Bidang Lingkungan Hidup, Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga tahun 2015, dan Kepala Bagian Mutasi Jabatan sejak Mei 2015. Meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Airlangga (1996), Surabaya. Lalu melanjutkan pendidikannya di Program Magister Asian and Comparative Law dan meraih gelar Master of Laws dari University Of Washington (2003), Seattle. Selama berkarir, Eko Cahyanto pernah mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya XX Tahun oleh Kementerian Sekretariat Negara RI, Republik Indonesia pada tahun 2019.




Imam Haryono - Staf Ahli Menteri Bidang Iklim Usaha dan Investasi

Tanggal 4 Februari 2019, Pria kelahiran Sukoharjo 1961 ini diangkat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Iklim Usaha dan Investasi. Sebelumnya Imam pernah menjabat beberapa jabatan strategis, diantaranya Staf Ahli Menteri Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri atau P3DN (2017 – 2019), Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) tahun 2014 - 2017, sebagai Inspektur Jenderal (2010 – 2014), menjabat Kepala Biro Perencanaan pada Sekretariat Jenderal (2008 – 2010), Direktur Industri Minuman dan Tembakau ( 2005 – 2008) pada Direktorat Jenderal Industri Agro, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Industri dan Perdagangan tahun 2002 - 2005 pada Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Menyelesaikan dan memperoleh gelar Sarjana Pengolahan Hasil Pertanian dari Universitas Gadjah Mada (1984). Melanjutkan pendidikannya di Program Magister Master of Food And Nutritional Science (1990) dan mendapatkan gelar Doktor Agricultural Chemistry (1995) yang didapat dari universitas yang sama, yaitu Tokyo University of Agriculture, Jepang. Penghargaan yang diraih Imam selama berkarir di Kementerian Perindustrian, diantaranya Satyalancana Karya Satya 10, 20 dan 30 tahun oleh Presiden RI pada tahun 2001, 2005 dan 2015.




Masrokhan - Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi

Lahir di Semarang pada tahun 1966, Masrokhan terpilih untuk menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi pada tanggal 13 Juni 2019. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Asisten Deputi Hubungan Lembaga Negara dan Daerah (2018 – 2019) dan sebagai Asisten Deputi Hubungan Masyarakat (2015 – 2018) di Kementerian Sekretaris Negara. Selama berkarir sebagai ASN, Masrokhan mendapat berbagai penghargaan diantaranya Satyalancana Wira Karya pada tahun 2015 dan pada tahun yang sama mendapat penghargaan Satyalancana Karya Satya XX Tahun serta Satyalancana Karya Satya X Tahun pada Tahun 2006. Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan dari Universitas Diponegoro Semarang (1992). Lalu melanjutkan pendidikannya di Program Pascasarjana Magister Master of Public Administration Universitas Gajah Mada (2009).


Twitter