KEGIATAN KEMENPERIN

Bincang Maritim: Pertumbuhan Industri Bangunan Lepas Pantai Terus Didorong


Selasa, 1 April 2014

Kegiatan utama industri bangunan lepas pantai adalah fabrikasi dalam mendukung sektor migas di Indonesia dan pengembangan industri bangunan lepas pantai juga adalah dalam rangka meningkatkan kemampuan  industri maritim nasional.

Direktur Industri Maritim Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan (IMKAP) Kemenperin, Hasbi Assidiq Syamsudin dalam obrolan dengan Industri Maritim mengatakan bahwa kenaikan harga minyak dunia juga telah mendorong pertumbuhan industri bangunan lepas pantai.  "Industri bangunan lepas pantai harus terus kita kembangkan karena sangat berkaitan erat dengan industri perkapalan. Karena itu kemampuan industri bangunan lepas pantai harus terus dimaksimalkan," katanya.

Menurut Hasbi, kini jumlah industri bangunan lepas pantai mencapai  30 unit industri. Sementara itu, Indonesia sebagai negara kepulauan yang diisi kurang lebih  17.500 pulau dengan panjang garis pantai 80.000 km memiliki potensi cadangan minyak bumi yang sangat besar untuk dieksplorasi, yakni 7.408.24 MMSTB.

Dikatakan oleh Hasbi bahwa energi migas masih menjadi andalan utama bagi peningkatan perekonomian negara, dimana pertumbuhan konsumsi energi di Indonesia mencapai 7%, sehingga sangat diperlukan upaya dalam memenuhi kebutuhan energi melalui peningkatana eksplorasi melalui kemampuan engineering serta kemampuan fabrikasi struktur bangunan lepas pantai. 

Berikut ini daftar beberapa industri bangunan lepas pantai di Indonesia: 

PT. PAL Indonesia , PT. DKB, PT.DPS, PT.Gunanusa Utama,  PT. Saipem Indonesia, PT. Tripatra, PT. Sembawang Marine, PT. Reka Patria, PT. Pilar Pradhana, PT. McDermot Indonesia, PT. Akner Kvaerner, PT.  Profab Indoneisia, PT. Nippon Steel Batam, PT. Dry Dock Indonesia, PT. Graha Trisaka Industri, PT. Tecnic Offshore, PT. Adiguna ,PT. Calmarine, PT. Perdana karta Perkasa. 

Dukungan Industri Komponen Dalam Negeri (Deck Equipment) :

PT. PINDAD, PT. BARATA Indonesia, PT. Indonesia Magma Chain, PT. Ungaran  Multi Engineering, PT. Boma Bisma Indra, PT. Krakatau Steel, PT. Inti General Jaya Steel, PT.Gunawan Dianjaya Steel, PT. Gunung Raja Paksi, PT.Hanil Jaya Metal Works, PT. Jatim Taman Steel, PT. Timur Megah Steel, PT. Gunung Gahapi Sakti, PT. Krakatau Wajatama, PT. Kabelindo, PT. Teknik Tadakara, PT. INTI, PT. LEN, PT. Guna Elektro, PT. Nobi Putra Angkasa, PT. Uni Makmur Estetika, PT. Dharma Dwitunggal Utama, PT. Jembo Cable, PT. Tesco Marine, PT. Bumi Cahaya Unggul dan PT. Ebara Indonesia. 

Sumber: Majalah Maritim
Share:

Berita Serupa

Kegiatan Lainnya  

Twitter