KEGIATAN KEMENPERIN

Bincang Maritim: Industri Komponen Kapal Perlu Dikembangkan


Selasa, 1 April 2014

Sejumlah industri komponen Otomotif nasional menyatakan kesiapannya untuk memproduksi komponen kapal di dalam negeri. Ini sangat mengembirakan sebab hal tersebut akan lebih mempermudah industri galangan kapal nasional mendapatkan komponen yang dibutuhkan sekaligus bisa menghemat devisa dari berkurangnya impor komponen.

Hal itu diutarakan Direktur Industri Maritim Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan (IMKAP) Kemenperin, Hasbi Assidiq Syamsudin dalam obrolan dengan Majalah Industri Maritim di ruang kerjanya pekan silam. Diakui oleh Hasbi bahwa untuk mengembangkan industri kapal nasional, Indonesia masih terbentur pengadaan komponen disebabkan terbatasnya industri komponen perkapalan di Indonesia. 

Menurutnya, peluang pengembangan industri komponen perkapalan di dalam negeri sangat cerah. Pasalnya antara lain meningkatnya jumlah armada kapal di Indonesia, ditambah lagi dengan peremajaan kapal sebab sebagian besar armada kapal berusia tua (>30 tahun). Menurut Hasbi, inilah tantangan bagi industri perkapalan nasional, dimana untuk membangun kapal tanker 10.000 DWT dibutuhkan waktu 18 bulan. Padahal di Hyundai, Korea Selatan, sebuah kapal tanker 260.000 DWT dapat diselesaikan hanya dalam waktu 9 bulan. Hal ini disebabkan teknologi produksi kita yang masih konvensional ditambah lagi dengan ketergantungan komponen luar negeri yang berkisar 60-70% komponen diimpor dari luar negeri.

Untuk itu tambahnya, Indonesia harus mewujudnyatakan strategi pengembangan industri komponen perkapalan yakni meningkatkan kualitas material/bahan baku, meningkatkan kualitas produksi, meningkatkan kemauan SDM dan sertifikat produk.

Saat ini katanya, jumlah industri galangan kapal di dalam negeri sebanyak 250 galangan kapal dengan kemampuan bangunan baru 900.000 DWT/tahun dan kemampuan reparasi 12.000.000 DWT/tahun. 

Sumber: Majalah Maritim
Share:

Berita Serupa

Kegiatan Lainnya  

Twitter