BERITA INDUSTRI

Industri Perkapalan Minim Pasokan Komponen


Jumat, 6 September 2013

Sumber : Koran Tempo

JAKARTA - Hingga saat ini, industri perkapalan nasional masih kekurangan pasokan komponen dari dalam negeri sehingga sangat bergantung pada komponen impor. Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hal ini membuat biaya produksi kapal melambung.
"Idealnya ada 200 -300 industri komponen kapal untuk mengurangi ketergantungan atas impor. Tapi saat ini baru ada puluhan industri komponen yang beroperasi," kata Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi, di Jakarta Convention Center, kemarin.
Dari sekitar 10 ribu komponen yang dibutuhkan untuk memproduksi sebuah kapal, hanya sebagian kecil yang sudah diproduksi di dalam negeri. Untuk sementara, produsen komponen lokal baru bisa membuat komponen jangkar, pintu, papan, dan baling-baling. Untuk kapal ukuran kecil, komponen impor yang dibutuhkan sekitar 40 persen, sedangkan untuk kapal ukuran besar sekitar 60 persen.
Menurut Budi, sebenarnya pemerintah sudah mendorong perkembangan industri komponen kapal dengan memberi insentif berupa tax allowance sebesar 30 persen dari nilai investasi. Insentif ini diberikan kepada industri komponen kapal yang mengembangkan diri di luar Pulau Jawa. "Sudah ada yang memanfaatkan juga," katanya.
Budi menambahkan, saat ini pasokan baja biasanya datang dari Krakatau Steel. Namun pabrik baja di Cilegon, Jawa Barat, itu belum memproduksi baja untuk ukuran kapal. "Ke depan akan didorong," kata dia.
Meski demikian, pertumbuhan industri perkapalan Indonesia dinilai masih cukup menggembirakan. "Pertumbuhannya di atas 10 persen." Pertumbuhan ini, ujar Budi, termasuk pada perkembangan kapasitas, ekspor, dan galangan.
Ketua Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), Tjahjono Roesdianto, mencatat bahwa saat ini ada 250-an industri galangan kapal yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Jumlah tersebut disebutkan tidak cukup untuk mengurus populasi kapal di Indonesia, yang berjumlah 12 ribu kapal.
Dalam pembangunan kapal pun Indonesia masih mengkonsumsi sekitar 70 persen barang impor untuk bahan baku dan komponen kapal. "Perbankan perlu diajak untuk bisa membantu investasi di bidang perkapalan," kata Tjahjono. Ninis Chairunnisa

Share:

Twitter