BERITA INDUSTRI

Produksi Kertas Bisa Mencapai 13 Juta Ton


Selasa, 20 Nopember 2012

JAKARTA - Walaupun terkena imbas ekonomi global yang lemah tahun ini, namun permintaan kertas tampaknya akan tetap tumbuh pada tahun ini dari tahun lalu, walaupun tidak sampai dobel digit.

Direktur Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian Aryan Warga dalam mengatakan, produksi kertas tahun ini bisa mencapai 13 juta ton. Jumlah tersebut naik sekitar 8,3% dari produksi tahun lalu yang hanya 12 juta ton. "Untuk tahun ini produksi kertas diharapkan bisa menembus 13 juta ton," kata dia, pekan lalu.

Katanya, peningkatan tersebut lantaran permintaan kertas pada semester II-2012 juga berpotensi tinggi. Tahun ajaran baru juga diyakini membuat permintaan kertas melonjak sehingga membuat industri harus meningkatkan produksi mereka.

Begitu pula dengan penyerapan di pasar ekspor diyakini akan meningkat mendekati akhir tahun yang merupakan musim dingin di beberapa negara. "Trennya kebutuhan kertas di beberapa negara selalu meningkat saat mendekati musim dingin atau di akhir tahun," lanjutnya.

Selain peningkatan produksi kertas, produksi bubur kertas pada tahun ini juga diprediksi meningkat menjadi 8 juta ton. Ini berarti produksi bubur kertas berpotensi naik sekitar 5,3% dibanding dengan realisasi produksi pada tahun lalu.

Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Misbachul Huda mengakui, potensi permintaan kertas di dalam negeri masih cukup tinggi. Apa lagi konsumsi kertas per kapita di Indonesia masih rendah.

Namun untuk pasar ekspor, dia bilang industri kertas nasional mengalami beberapa tantangan pada tahun ini. Beberapa% tantangan tersebut adalah tuduhan dumping oleh pemerintah Jepang dan aksi boikot produk kertas asal Indonesia oleh Desney.

Pelemahan permintaan kertas di pasar Eropa dan Amerika Serikat juga turut mempersengit persaingan dipasar ekspor tradisional produk kertas asal Indonesia. Hal ini membuat produsen kertas dari berbagai negara mengalihkan ekspor kertas mereka ke Asia sebagai pengalihan dari pasar Eropa dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Direktur PT Asia Pulp and Paper (APP) Hendra Gunawan bilang, penjualan ke pasar ekspor memberi kontribusi sekitar 60% bagi total penjualan. Pasar Asia seperti Singapura, Malaysia, Jepang, Thailand, Myanmar dan Kamboja merupakan kontributor terbesar penjualan ekspor perusahaan. Kontribusi penjualan ekspor lainnya dari pasar Amerika dan Eropa masing-masing sebesar 4%-5%. "Target penjualan tahun ini sebsar US$ 7 miliar," kata dia.

sumber : Kontan Harian

Share:

Twitter