BERITA INDUSTRI

Daya Saing Tekstil Perlu Ditingkatkan


Senin, 24 September 2012

JAKARTA, KOMPAS - Menurunnya kinerja ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia sebesar 6,1 persen pada semester I-2012 hams segera disikapi dengan meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Langkah ini diperlukan untuk menghadapi industri se'rupa dari negara lain.

"Negara lain Vietnam, misalnya, dapat menikmati peningkatan ekspor karena daya saing mereka tinggi," kata Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ernovian G Ismy ketika dihubungi Minggu (23/9).

Ernovian menuturkan, ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) pada tahun 2011 mencapai 13,4 miliar dollar AS. Awalnya diestimasikan pada 2012 ini, ekspor TPT akan tumbuh, setidaknya 5 persen.

Namun, ternyata kinerja ekspor TPT justru melemah akibat berbagai faktor, mulai dari dampak krisis ekonomi di Eropa hingga kian sengitnya persaingan di pasar internasional.

Adanya negara yang tetap dapat menikmati kenaikan ekspor TPT meskipun Eropa terkena krisis menunjukkan bahwa mereka memiliki keunggulan secara internal.

"Untuk faktor eksternal, dampak krisis memang iya berpengaruh dan ini sudah kami prediksikan. Tetapi, faldor internal juga memengaruhi daya saing karena terbukti ada negara lain yang ekspornya justru naik," kata Ernovian.

Sementara itu, Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan, industri tekstil dalam negeri menghadapi persaingan dengan industri serupa di luar negeri, khususnya di komoditas tekstil berkualitas rendah.

"Industri tekstil mendapat saingan, khususnya untuk produk-produk low end, yang berkualitas rendah. Tapi, kalau untuk yang kualitas tinggi Indonesia masih unggul dibandingkan China ataupun Vietnam," kata Panggah.

Meskipun demikian, menurut Panggah, produk-produk tekstil yang saat ini tersaingi ketat itu hams terus ditingkatkan daya saingnya.

sumber : Kompas

Share:

Twitter