BERITA INDUSTRI

Penjualan Mobil Bekas Naik 17%


Sabtu, 25 Agustus 2012

JAKARTA - Penjualan mobil bekas di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta mencapai 2.700 unit pada Juli 2012, atau meningkat sekitar 17% dari realisasi penjualan Juni tahun yang sama sebanyak 2.300 unit.

Manajer Senior Pemasaran Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih mengatakan, kebijakan Bank Indonesia (BI) dan Menteri Keuangan Agus D Martowardojo menaikkan uang muka (down payment/DP) kredit untuk pembelian kendaraan bermotor baru 25-30% telah berimbas positif pada peningkatan penjualan mobil bekas untuk segmen multiguna (multi purpose vehicle/MFV).

"Tingginya permintaan mobil bekas dipengaruhi oleh penaikan uang muka pembelian mobil baru sebesar 30%," ujar Herjanto di Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, kenaikan permintaan mobil bekas terutama disebabkan oleh melonjaknya permintaan pada segmen MPV, antara lain Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia untuk kebutuhan mudik dan transportasi Lebaran 2012. Karena itu, sekitar 50% dari pembeli kendaraan mobil bekas berasal dari daerah.

"Konsumen masih meneari mobil bekas yang irit bahan bakar dan mempunyai kapasitas tempat duduk untuk tujuh orang, seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia," katanya.

Penjualan mobil bekas pada Agustus ini juga diperkirakan terus meningkat seiring kebutuhan mobil untuk berlebaran. "Penjualan bulan. ini akan meningkat 20% karena Lebaran merupakan masa-masa panen mobil bekas," tutur dia.

Herjanto menambahkan, pasar mobil bekas akan mengalami pertumbuhan yang pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat membuat daya beli masyarakat terhadap mobil bekas semakin membaik.

Sementara itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat meminta agen pemegang merek (APM) kendaraan bermotor tidak perlu khawatir dengan penaikan DP kredit kendaraan roda empat 25-30%. Kenaikan uang muka tersebut diperkirakan hanya membuat guncangan bagi industri otomotif nasional selama dua-tiga bulan pascapemberlakuannya pada 15 Juni 2012.

"Nantinya, konsumen akan menyesuaikan uang muka yang telah ditetapkan pihak APM," kata MS Hidayat.

Dia menjelaskan, penaikan uang muka 25-30% akan mengamankan dana lembaga pembiayaan. Kebijakan tersebut akan berdampak bagus bagi dunia perbankan dan konsumen juga bisa mencicil kendaraan lebih ringan karena uang mukanya lebih besar dari biasanya.

sumber : Investor Daily

Share:

Twitter