BERITA INDUSTRI

Polytron Siap Menyambut Foxconn


Kamis, 16 Agustus 2012

JAKARTA. Rencana investasi Foxconn Technology Group (Foxconn) di Indonesia bakal meMbatkan industri domestik. Perusahaan asal Taiwan ini menyatakan siap beririvestasi sebesar US$ 5 miliar-US$ 10 miliar selama lima sampai 10 tahun ke depan.

Nah, salah satu perusahaan yang disebut-sebut berpeluang diajak bermitra oleh Foxconn adalah PT Hartono Istana Technolgy, yang dikenal sebagai produsen home appliace merek Polytron.

Pekan ini, Menteri Perindustrian MS Hidayat menyebut, selain mencari lahan untuk pabrik, Foxconn juga mencari mitra domestik untuk kembangkan brand lokal. "Kami minta mereka berkomunikasi dengan beberapa perusahaan, termasuk Polytron, karena mereka sudah punyabisnis sejenis," ungkapnya, Selasa (14/8).

Kata Hidayat, potensi kerja sama tersebut akan menguntungkan kedua pihak. Mitra domestik akan terbantu menggenjot produksi, baik dari sisi volume maupun dari pengembangan teknologi baru yang dibawa Foxconn. Sementara, Foxconn akan lebih mudah memasarkan dengan mengusung merek lokal.

Rencana kerjasama itu berpeluang besar terealisasi. Pasalnya, Foxconn dan Polytron memiliki bisnis yang terbilang mirip. Di Indonesia, Foxconn tertarik memproduksi ponsel, tablet, hingga smart tv.

Sedangkan Polytron selama ini telah memproduksi produk televisi. Bahkan, sejak Maret 2011, perusahaan ini mulai memproduksi ponsel.

Polytron tentu senang dengan kabar tersebut. Namun Manajer Humas dan Promosi Hartono Istana, Santo Kadarusman mengaku belum bertemu atau mengadakan pembahasan dengan Foxconn. "Namun, kami siap apabila Foxconn berniat bekerjasama. Kami terbuka untuk kesempatan itu dan siap berdialog," ujarnya, Rabu (15/8).

Dirjen Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin Budi Darmadi mengklaim, saat ini, pihak industri dalam negeri maupun Foxconn sedang membicarakan aspek
teknis untuk kerjasama itu. "Teknisnya sekarang masing-masing perusahaan sedang bicara secara business to business," imbuhnya.

Produksi ponsel

Polytron memang serius mengembangkan bisnis barunya. Perusahaan gencar mempromosikan dan memasarkan ponsel dengan menyasar beragam segmen. Santo melihat, peluang bisnis telepon genggam di Indonesia sangat menggiurkan.
"Permintaan ponsel tinggi, dan pasarnya masih luas," katanya.

Hingga kini, impor untuk komponen maupun bentuk utuh produk elektronik masih sangat tinggi akibat minimnya produksi domestik. Tahun lalu, impor ponsel mencapai 44 juta hingga 45 juta unit, atau setara 90% penjualan ponsel di 2011.

Hingga kini Polytron telah memasarkan beberapa merek, seperti CandyBar Series dan Connect Series. Ke depan, Polytron berencana terus meluncurkan produk baru.

Selain ponsel, untuk melengkapi perkembangan bisnis elektronik, Polytron bahkan
berniat meluncurkan produk tablet. Ini menjadi lini bisnis kelima Polytron. Produk tablet akan mulai dipasarkan untuk umum pada kuartal IV 2012.

Adapun, dari lima lini bisnis Polytron, kontribusi dua lini, yaitu audi video dan home appliance terhadap penjualan appliance terhadap penjualan adalah yang terbesar.

Porsi keduanya seimbang saat ini. Tapi, dalam 3-5 tahun ke depan, kami ingin kontribusi home appliance bisa mencapai 70% terhadap total penjualan," papar Santo.

Dengan strategi penjualan produk dan perluasan pasar, Santo optimistis, tahun ini perusahaan dapat mencapai pertumbuhan 15% dibanding tahun lalu.

Ongkos Pekerja Murah, Pasar pun Tersedia

REALISASI rencana investasi Foxconn di Indonesia kian jelas. Perusahaan ini telah menentukan salah satu lokasi yang akan dyadikan pabrik, yaitu gudang yang fidak terpakai milik Modernland di Cikande. "Luasnya sekitar 5.000 m2, nantinya akan direnovasi, supaya mereka bisa assembling," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat usai bertemu tim teknis Foxconn, Selasa (14/8).

Tahap awal, Foxconn akan assembling berbagai jenis ponsel dan tablet dengan kapasitas 3 juta unit per tahun. Perusahaan asal Taiwan ini melirik Indonesia lantaran ongkos tenaga kerja di sini termurah di Asia Saat ini pasar Asia untuk produk gadget mencapai 600 juta konsumen. "Foxconn sudah punya pabrik di China dan Brasil, sementara di Asia Tenggara belum ada. Saya pikir Indonesia adalah keputusan yang tepat." kata Ali Soebroto Oentayo. Ketua Asosiasi Elektronik Indonesia.

sumber : Kontan Harian

Share:

Twitter