KEGIATAN KEMENPERIN

Kemenperin Mendorong Investasi AS di Dalam Negeri, Senin (1/5)


Selasa, 1 Mei 2012

Jakarta – Pemerintah mendorong investor Amerika Serikat (AS) menanamkan investasinya di dalam negeri. Hal itu terungkap ketika pertemuan antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Duta Besar AS untuk Indonesia H.E Mr. Scot Marciel dan sembilan perusahaan besar AS, di Ruang Cendrawasih, Kemenperin, Jakarta, Senin (1/5).


Pada pertemuan tersebut, Kemenperin diwakili oleh Dirjen KII Agus Tjahajana, Dirjen IUBTT Budi Darmadi dan Staf Khusus Menteri John Prasetio. Sementara sembilan investor asal Negeri Paman Sam yang hadir saat itu yakni, Boeing, Caterpilar, CDM Smith, Fluidic Energy, General Electric, General Motors (GM), Lockheed Martin, Procter & Gamble (P&G), dan United Technologies.


Menurut Agus Tjahajana, sejumlah investor AS menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia mulai tahun ini. Ketertarikan investor AS tersebut di dorong oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang dinilai relatif stabil dibandingkan dengan kondisi di negara-negara lain.


"Investor AS sangat tertarik berinvestasi di bidang infrastruktur, alat berat, engineering, dan radar untuk pelabuhan dan bandara," ujarnya. Sektor industri itu, kata Agus, merupakan keahlian utama yang dimiliki investor AS sehingga mereka lebih memilih investasi tersebut dibandingkan dengan sektor lain. Beberapa perusahaan AS yang siap menanamkan modalnya di Indonesia, antara lain GM, P&G, dan Caterpillar.


Agus mengungkapkan, GM akan membuka kembali pabrik mereka di Bekasi, Jawa Barat, dengan investasi sebesar US$150 juta. Kemudian, P&G juga berencana menanamkan modal sekitar US$100 juta. Sedangkan, Caterpillar siap membangun pabrik alat berat senilai US$150 juta di Batam.


Sementara itu, John A Prasetyo menambahkan, investor AS juga menginginkan adanya aturan-aturan yang mendukung pebisnis (business friendly). "Investor asal AS itu lebih mengutamakan peraturan yang ada hitam putihnya," tuturnya.


Dalam pertemuan tersebut dibahas pula mengenai aturan Permendag 39/2010 tentang Impor Barang Jadi oleh Produsen. Ketika itu, delegasi AS menanyakan kenapa regulasi tersebut belum terbit? John mengatakan, Kemenperin menjanjikan bahwa regulasi itu akan segera diterbitkan dengan interpretasi yang dijamin lebih positif.


John juga mengingatkan, Menperin MS Hidayat telah memaparkan mengenai program revitalisasi industri di dalam negeri kepada Duta Besar AS beberapa waktu lalu. "Pak Menteri (Menperin) menanyakan minat investasi AS dan berjanji membantu mencarikan solusi jika ada kendala investasi. Karena itulah ada pertemuan hari ini," jelasnya.***(Puskom)



Share:

Berita Serupa

Kegiatan Lainnya  

Twitter