KEGIATAN KEMENPERIN

Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun Membuka Pameran “Indo Intertex 2012/Intax 2012”, Kamis (19/4)


Kamis, 19 April 2012

JAKARTA--Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun membuka secara resmi pameran “Indo Intertex 2012/Intax 2012” pada Kamis (19/4) di JI Expo, Kemayoran, Jakarta. Pameran yang akan diselenggarakan pada 19-22 April 2012 ini mengusung tema “Membangun Solusi Inovatif Dalam Rangka Menghadapi Persaingan Global”.

“Saya menyambut baik inisiatif penyelenggaraan Pameran Indo Intertex 2012/Inatex2012 yang merupakan salah satu wujud kepedulian para pelaku industri beserta asosiasinya dan instansi terkait lainnya termasuk juga Kementerian Perindustrian yang memiliki visi bersama terhadap kemajuan industri tekstil dan produk tekstil (TPT),” urainya saat memberikan sambutan.

Indo Intertex merupakan pameran internasional di bidang permesinan/peralatan untuk industri TPT. Sedangkan, Inatex merupakan pameran yang digagas untuk menampilkan seluruh hasil produksi, bahan baku, dan bahan penunjang industri TPT.
Turut mensukseskan acara ini antara lain yaitu Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kamar dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Perusahaan Indonesia (Asperapi), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), dan PT. Peraga Nusantara Jaya.

Masih dalam sambutannya, Alex menyampaikan, industri TPT merupakan salah satu industri penting di Indonesia dan sebagai komoditi andalan industri manufaktur. “Kontribusinya sangat signifikan dalam perolehan devisa ekspor dan penyerapan tenaga kerja, serta mempunyai peran strategis dalam proses industrilisasi karena produk yang dihasilkan mulai dari bahan baku atau serat sampai dengan barang konsumsi seperti pakaian dan barang jadi,  itu mempunyai keterkaitan baik antar industri maupun sektor ekonomi lainnya,” paparnya.

Diungkapkan Alex, pada tahun 2011 tenaga kerja yang terserap oleh industri TPT skala menengah besar mencapai 1,4 juta orang. Sementara itu, nilai ekspor TPT pada tahun 2011 sebesar US$ 13,33 miliar atau naik 18,81% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Hingga saat ini kinerja eskpor industri TPT masih lebih baik dibandingkan kinerja industri non migas yang lain. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras dan inovasi para penguasaha industri TPT dalam negeri untuk bisa bertahan mengahadapi persaingan global yang semakin tajam akibat munculnya negara-negara pesaing baru,” kata Alex.

Namun demikian, Alex meyakini, prospek industri TPT akan semakin baik pada masa mendatang lantaran permintaan pasar di dalam negeri yang terus meningkat serta tingginya konsumsi dunia. “Peluang Indonesia untuk memanfaatkan pasar dunia akan semakin meningkat apabila mampu menghasilkn produk dengan kualitas tinggi dan kemampuan pasok atau lead time yang cepat dan tepat waktu,” lanjutnya.

Dalam perkembangan industri TPT, Alex mengakui, terkendala dengan umur mesin yang sebagian besar sudah berusia tua. Kendala lainnya adalah munculnya pesaing-pesaing baru seperti Thailand, Bangladesh, Vietnam, dan beberapa negara lain yang telah mengadopsi teknologi baru dan modern. Terlebih lagi, semakin terbukanya pasar dalam negeri oleh produk-produk impor sebagai dampak dari diberlakukannya beberapa perjanjian perdagangan yaitu ACFTA, IJEPA, AKFTA, yang juga akan menjadi tantangan dan semakin ketatnya persaingan.

“Sejalan dengan tema pameran yang dipilih tahun ini, seharusnya kita mampu memanfaatkan kerjasama dengan negara-negara dalam kerangka FTA untuk meningkatkan penetrasi ekspor dan memperkuat penguasaan pasar lokal dengan produk-produk kreatif dan inovatif,” urainya mengimbau.

Maka itu, pada tahun 2012, Kemenperin meluncurkan kembali program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri dan Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Melalui Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri TPT serta Alas Kaki. “Pemerintah berharap dunia usaha dan insan pertekstilan dapat memanfaatkan program dunia dengan baik, sehingga pada akhirnya industri TPT kita akan memiliki daya saing yang baik di dunia internasional,” tandasnya.

Alex juga mengharapkan, para peserta pameran dapat memanfaatkan event ini dengan baik karena merupakan upaya bersama untuk mengembangkan industri TPT nasional. “Semoga seluruh kegiatan yang telah dirancang dalam pameran ini dapat berjalan lancar dan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan industri TPT di Indonesia,” demikian ungkap Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun.*** (puskom)

Share:

Berita Serupa

Kegiatan Lainnya  

Twitter