KEGIATAN KEMENPERIN

Pameran dan Seminar Produk Elektronika dan Telematika di Kemenperin


Selasa, 17 April 2012

Jakarta, (17/4) –Kemenperin menyelenggarakan Pameran dan Seminar Produk Elektronika dan Telematika untuk kelima kalinya. Tema pameran yang diusung pada tahun ini adalah “Menjadikan Produk Elektronika dan Telematika sebagai Tuan Rumah di Negeri Sendiri”. Pameran akan digelar selama empat hari, mulai tanggal 17-20 April 2012 sepanjang jam kerja di Plasa Industri Kemenperin, Jakarta. Pameran tahun ini diikuti sebanyak 30 peserta.

Pameran ini dibuka oleh Dirjen IUBTT Kemenperin, Budi Dharmadi, yang dalam sambutannya mengatakan bahwa produk industri elektronika dan telematika mempunyai peran penting dalam mendukung perkembangan sektor industri maufaktur.

Peranan strategis industri tersebut dapat dilihat dari angka-angka statistik yang menggambarkan kontribusi sektor industri. Terbukti pada tahun 2011 angka ekspor produk elektronika dan telematika mencapai US$ 10,93 miliar dan ekspor pada tahun 2012 diperkirakan menembus US$ 12 miliar.

Kemudian, tingginya impor produk industri elektronika dan telematika menunjukkan juga bahwa Indonesia masih memiliki ketergantungan yang besar terhadap negara lain akan kebutuhan barang tersebut, khususnya produk yang belum dapat diproduksi oleh industri dalam negeri.

Dirjen IUBTT, Budi Darmadi mengingatkan bahwa di tengah tingginya nilai impor produksi elektonika dan telematika, ada hal-hal yang perlu kita ambil peluang besarnya pada kesempatan ini. “Kita ketahui, untuk industri software atau animasi itu biasanya hanya mempekerjakan tidak lebih dari 10-20 orang. Artinya, dari sisi jumlah tenaga kerja tergolong dalam industri kecil dan menengah. Tetapi kalau dilihat dari sisi nilai tambahnya, ini jauh di atas dari manufakturing hardware,” urainya mengungkapkan.

Maka itu, kata Budi, peluang strategis yang dapat diambil para pengusaha lokal adalah dengan mendirikan software house, production house, atau sub kontraktor dari software house yang besar. “Sehingga kita bisa mendorong generasi muda kita untuk mengerjakan sub kontrak produk elektronika dan telematika dari perusahaan yang lebih besar,” ujarnya. Peningkatan nilai impor dapat juga digambarkan sebagai salah satu indikasi bahwa daya beli masyarakat cukup tinggi. “Untuk itu, pemerintah terus berupaya untuk mengalihkan manufakturingnya di dalam negeri,” tambahnya.

Di samping itu, Budi mengharapkan, penyelenggaraan pameran dan seminar ini dapat membangun pemahaman tentang pentingnya kegiatan yang bersifat promosi. Pasalnya, selain untuk memperkenalkan kemampuan produsen di dalam negeri terhadap produk-produk existing untuk investasi, secara bersamaan promosi dapat membangun jaringan serta mengukur seberapa jauh kemampuan memembus pasar.

Sementara itu Direktur Industri Elektronika dan Telematika, IUBTT, C. Triharso menyampaikan, bahwa selain menyuguhkan berbagai produk eletronika dan telematika, pameran kali ini juga mengadakan kompetisi telematika untuk bidang software, aplikasi, animasi, dan games,  yang kompetisinya telah di launching pada bulan kemarin.

“Sementara itu, seminar akan dilaksanakan pada hari Rabu, 18 April 2012 mulai dari pukul 10.00 pagi. Tema seminar kali ini adalah Peningkatan Mutu Produk Elektronika Dalam Negeri Melalui Penerapan Standarisasi. Karena pada tahun ini kita banyak target standar yang akan kita terapkan untuk produk elektronika maupun telematika,” urainya memaparkan.

Triharso juga menyampaikan, para peserta di bidang telematika sangat mengharapkan tahun ini dapat dijadikan sebagai tahun produk telematika yang benar-benar menjadi tuan rumah dalam negeri. “Alasannya karena banyak produk software maupun animasi yang sebenarnya sudah mampu dibuat di dalam negeri namun masih perlu dibangun dukungan oleh semua pihak yang terkait,” tuturnya.*** (Puskom)

Share:

Berita Serupa

Kegiatan Lainnya  

Twitter