KEGIATAN KEMENPERIN

Penandatanganan MoU tentang modal vantura antara Dirjen IKM Euis Saedah dan Ketua HIPPI Suryani Sidik Motik di Kementerian Perindustrian, Jakarta 10 Apri 2012


Rabu, 11 April 2012

Jakarta, Direktorat Jenderal IKM Kemenperin, Euis Saedah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) yang diwakili Ketua HIPPI Suryani Sidik Motik. Menteri Perindustrian MS. HIdayat menyaksikan penandatangan MoU kedua nelah pihak tersebut, MoU tersebut terkait penyediaan Modal Ventura untuk IKM.

Dalam kesempatan tersebut Menperin MS Hidayat mengatakan bahwa pada tahun 2014, ditargetkan 40% industri skala kecil menengah (IKM) tersebar ke luar pulau Jawa. Saat ini, hanya  sekitar 3,8 juta unit IKM nasional yang sekitar 75% diantaranya, tersebar di pulau Jawa dan 25% sisanya di luar pulau Jawa. 

Ditambahkan bahwa berdasarkan pengalaman krisis ekonomi global lalu, Industri Kecil dan Menengah merupakan sektor yang relatif paling dapat bertahan dibanding sektor-sektor lainnya, sektor ini juga mampu menyerap tenaga kerja yang besar dan mendorong pemerataan pendapatan masyarakat. 

Sesuai amanat Keppres No.28/2008 tentang Kebijakan Industri Nasional, Program-program yang digencarkan adalah melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), peningkatan kemampuan teknologi melalui restrukturisasi permesinan, peningkatan kemampuan SDM dengan pelatihan dan pendampingan, serta sistem jaminan mutu dan keamanan pangan.

Sementara itu Dirjen IKM Kemenperin Euis Saedah yang menandatangani MoU tersebut menerangkan bahwa, modal ventura merupakan investasi pembiayaan penyertaan modal dalam jangka waktu tertentu yang sangat  dibutuhkan IKM saat ini.
Ditambakan bahwa kerjasama itu dilatarbelakngi oleh kondisi IKM yang kurang mendapat dukungan finansial dan manajemennya lemah. Berdasarkan MoU tersebut, HIPPI dan Ditjen IKM akan membahas lebih detil terkait, jenis IKM yang akan masuk program, mengidentifikasi peminat, serta sektor yang diutamakan.

Menurut Dirjen IKM, hal ini merupakan pekerjaan rumah ke depan dan Modalnya antara Rp 1-5 miliar. Sekitar 49% berasal dari HIPPI dengan durasi perjanjian yang diatur kemudian. Saat ini sudah ada 10 investor yang berminat dan tinggal menunggu komitmen dan realisasi.*(Puskom-yi)

Share:

Berita Serupa

Kegiatan Lainnya  

Twitter