KEGIATAN KEMENPERIN

Penandatangnan MoU Penggunaan Paten atas Kertas Kemas Untuk Proteksi Korosi Atmosferik Produk Logam dan Baja Balai Besar Pulp dan Kertas - PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. - PT. Buana Centra Swakarsa


Rabu, 28 Maret 2012

Rabu, 21 Maret 2012

Untuk kedua kalinya, Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) menandatangani Nota Kesepahaman “Penggunaan Paten atas Kertas Kemas untuk Proteksi Korosi Atmosferik pada Produk Logam dan Baja”. Nota Kesepahaman tersebut berisi tentang ijin yang diberikan oleh Pemegang Paten, yaitu BBPK dan PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. (PT. KS), kepada PT. Buana Centra Swakarsa (PT. BCS) untuk menggunakan Hak Paten atas Kertas Kemas tersebut selama kurun waktu tertentu. Dengan demikian PT. BCS memiliki hak untuk memproduksi dan mengkomersialisasikan kertas kemas yang diproduksinya sesuai dengan ketentuan yang disepakati. Sebelumnya telah ada Nota Kesepahaman yang sama dengan PRIMKOKAS.

Paten kertas kemas yang akan digunakan oleh PT. BCS adalah paten bersama BBPK dan PT. KS dengan Nomor Paten : ID 0 017 490, yang merupakan produk dari penelitian yang dilakukan oleh BBPK bekerja sama dengan PT. KS. Penelitian tersebut dilakukan dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di dalam negeri dalam rangka mengurangi ketergantungan PT. KS terhadap kertas kemas impor.

Dari hasil penelitian tersebut, berhasil dibuat kertas kemas yang seluruh komponennya berasal dari dalam negeri dengan kualitas yang bersaing dengan kertas kemas impor. Kertas kemas ini merupakan komposit yang terdiri atas:

  • Kertas kraft sebagai kertas dasar yang dilapisi bahan kimia volatil penghambat korosi pada sisi yang kontak langsung dengan produk logam yang dikemas. Lapisan inilah yang berfungsi sebagai pencegah terjadinya korosi pada produk logam yang dikemas
  • Lapisan plastik berupa lembaran anyaman pada sisi luar untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan terhadap penetrasi cairan dan udara yang bersifat korosif

Penggunaan kertas kemas produksi dalam negeri ini, dapat menghemat biaya kemasan sebesar 29% serta menghemat devisa negara akibat berkurangnya ketergantungan pada kertas impor. (LI/PJT-BBPK)

Sumber: Balai Besar Pulp dan Kertas

Share:

Berita Serupa

Kegiatan Lainnya  

Twitter