BERITA FOTO

MoU Feasibility Study Proyek Coal to Methanol


Senin, 18 Oktober 2021


Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan sambutannya pada acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pembuatan Feasibility Study Proyek Coal to Methanol di Gedung Kementerian Perindustrian, 18 Oktober 2021. Dalam sambutannya, menperin mengatakan dengan adanya proyek coal to methanol ini dapat tercipta substitusi impor sehingga negara bisa menghemat devisa dan struktur perekonomian nasional menjadi semakin kuat.









Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi oleh Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Muhammad Khayam (kanan) menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pembuatan Feasibility Study Proyek Coal to Methanol antara PT Powerindo Cipta Energi dengan China National Chemical Engineering Corporation di Gedung Kementerian Perindustrian, 18 Oktober 2021.









Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi oleh Dirjen IKFT Muhammad Khayam berfoto bersama pimpinan perusahaan PT Powerindo Cipta Energi serta pimpinan perusahaan China National Chemical Engineering Corporation usai melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pembuatan Feasibility Study Proyek Coal to Methanol di Gedung Kementerian Perindustrian, 18 Oktober 2021. Dengan nilai investasi sebesar USD560 juta, pabrik ini akan mengolah 1,1 juta ton batubara menjadi 600 ribu ton metanol per tahun, dengan serapan tenaga kerja sampai dengan 700 orang.










Share:

<< Sebelumnya   Selanjutnya >>

Twitter