KEGIATAN KEMENPERIN

3 Tahun Lebih Dukung Vokasi Industri, Swiss Akan Perpanjang Kerja Sama dengan Kemenperin


Jumat, 3 September 2021

Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka penyelenggaran program-program pengembangan SDM industri di Indonesia, baik dengan mitra dalam negeri maupun luar negeri, salah satunya adalah dengan Pemerintah Swiss.

Pemerintah Indonesia dan Swiss telah menandatangani MoU mengenai Kerja Sama Teknis dalam Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan Sistem Ganda pada 26 Januari 2018 di Davos, Swiss. Bantuan Teknis sebesar 110 Milyar Rupiah direncanakan untuk 2 fase, yaitu Fase 1 dari tahun 2018 hingga 2022 dan Fase 2 dari tahun 2022 hingga 2026.

Melalui kerja sama yang telah berlangsung selama lebih dari 3 tahun ini, BPSDMI dan Pemerintah Swiss mengembangkan pendidikan dan pelatihan vokasi sistem ganda (dual system) dengan mengadakan program Skill for Competitiveness (S4C).

Program ini melibatkan 4 (empat) Politeknik dan Akademi Komunitas Kemenperin dan 1 (satu) Politeknik Kemdikbudristek yang mendapatkan Bantuan Teknis dalam aspek pengembangan kampus dan penguatan sistem sehingga kegiatan perkuliahan berbasis kompetensi yang diselenggarakan dapat menggunakan kurikulum yang disusun bersama mitra industri. Selain itu, BPSDMI juga berkolaborasi dengan SWISSCHAM untuk kemitraan yang lebih luas dan terkait implementasi pendidikan sistem ganda ke depannya.

BPSDMI dan Pemerintah Swiss juga secara rutin menggelar acara Steering Committee yang dihadiri oleh Kemendikbudristek, SECO, Kedutaan Swiss, KADIN, HIMKI, 1P3I, GAPMMI, INAPLAS, APII, dan IMIP guna melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program S4C serta berdiskusi mengenai rencana dan strategi kegiatan selanjutnya. Hingga saat ini, BPSDMI dan Pemerintah Swiss telah menggelar Steering Committee sebanyak 7 kali.

Pada Steering Committee ke-7 yang digelar Kamis, 2 Agustus 2021, Kepala BPSDMI Arus Gunawan mengatakan BPSDMI juga berkomitmen untuk menindaklanjuti rekomendasi dari tim S4C terkait dengan isu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan optimalisasi Sarana Prasarana kampus sebagai hasil kunjungan kerja BPSDMI bersama dengan Tim S4C dan SECO ke Sulawesi beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan kerja tersebut, BPSDMI bersama Tim S4C dan SECO melakukan peninjauan langsung penerapan pendidikan sistem ganda di Politeknik Industri Logam Morowali dan Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng dan bertemu langsung dengan pihak industri sebagai bagian dari program S4C.

“Kami sangat mengapresiasi pendampingan dan asistensi tim S4C dalam menciptakan ekosistem penyelenggaraan perkuliahan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri,” ujar Arus.

Dukungan penuh Pemerintah Swiss terhadap perkembangan vokasi industri di Indonesia ini juga sejalan dengan program kerja sama yang dilakukan BPSDMI dengan GIZ Jerman, IHK Trier, dan KADIN Indonesia.

Kepala Swiss Secretariat for Economic Cooperation (SECO) Phillip Orga mengatakan bahwa pihak Swiss sangat senang dengan kolaborasi antara SWISSCHAM, Kementerian Perindustrian, dan S4C. Ia berharap dapat memperkuat hubungan antara sekolah dan industri, khususnya dengan perusahaan Swiss.

“Kami sangat senang dapat menyelenggarakan Committee Meeting ke-7 ini dengan BPSDMI yang juga telah menunggu untuk memperpanjang MoU antara SECO dan Kementerian Perindustrian. Kami akan mengerjakannya secepatnya karena kita harus menandatangani MoU sebelum fase 1 berakhir,” tambah Phillip.

Harapannya, rintisan program yang telah dan sedang berjalan saat ini, seperti Career Development Center (CDC), kampanye K3 pada unit pendidikan vokasi, penyediaan Pelatih Tempat Kerja dapat menjadi model kemitraan unit pendidikan dan industri yang dapat dimultiplikasikan dan dipublikasikan ke banyak kampus lainnya di Indonesia sebagaimana yang telah Pemerintah Swiss lakukan sejak lama di Indonesia.

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan SECO melalui program S4C dan support semua pihak untuk mengembangkan Politeknik dan Akademi Komunitas di Indonesia,” tutup Arus mengakhiri sambutannya pada acara Steering Committee ke-7.

Share:

Kegiatan Lainnya  

Twitter