SIARAN PERS

Akselerasi Pertumbuhan Industri, Menperin Lantik 12 Pejabat Eselon 1


Selasa, 19 Januari 2021

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melantik sebanyak 12 Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Perindustrian. Diharapkan para pejabat eselon 1 ini dapat terus mengakselerasi program dan kebijakan strategis dalam upaya pengembangan industri nasional agar lebih berdaya saing global, terutama di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini.

 

“Saya mengucapkan selamat bertugas, dan semoga saudara-saudara semua dapat mewujudkan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dalam program prioritas industri nasional,” kata Menperin dalam acara pelantikan tersebut di Jakarta, Selasa (19/1).

 

Ke-12 pejabat yang dilantik, yakni Dody Widodo menjadi Sekretaris Jenderal Kemenperin, yang sebelumnya bertugas sebagai Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII). Dody menggantikan Achmad Sigit Dwiwahjono yang telah memasuki masa purna bakti.

Selanjutnya, Eko S.A Cahyanto kini mengisi jabatan Dirjen KPAII, sebelumnya adalah Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI). Sementara itu, Arus Gunawan mendukuki Kepala BPSDMI, yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Jenderal. Sedangkan, Irjen Kemenperin saat ini adalah Masrokhan, sebelumnya sebagai Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Komunikasi.

 

Pada kesempatan ini, Menperin mengukuhkan kembali Abdul Rochim sebagai Direktur Jenderal Industri Agro. Selain itu, Muhammad Khayam sebagai Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT). Kemudian, Taufiek Bawazier sebagai Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) serta Gati Wibawaningsih sebagai Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA).

 

Berikutnya, Doddy Rahadi yang dilantik menjadi Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri. Unit kerja tersebut merupakan perubahan nomenklatur, yang sebelumnya adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI). Hal ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2020 tentang Kementerian Perindustrian.

 

“Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi, perumusan, penerapan, pemberlakuan, dan pengawasan standardisasi industri, optimalisasi pemanfaatan teknologi industri, penguatan industri hijau, dan penyusunan rekomendasi kebijakan jasa industri,” papar Menperin.

 

Adapun tiga pejabat lainnya yang turut dilantik, yaitu Reni Yanita sebagai Staf Ahli Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0, kemudian Putu Juli Ardika sebagai Staf Ahli Bidang Pendalaman, Penyebaran, dan Pemerataan Industri, serta Imam Haryono sebagai Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Investasi.

 

“Saya mengharapkan para pejabat Pimpinan Tinggi Madya ini mampu membangun kerja sama dan saling bersinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam melakukan pembinaan dan pengembangan industri serta meningkatkan daya saing industri nasional,” tegas Menperin.

 

Menteri AGK optimistis, pertumbuhan industri dan ekonomi pada tahun ini akan mencapai pada level yang positif atau ekspansif. Hal ini karena didukung dengan pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 dan penerapan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Langkah strategis ini juga diyakini dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

 

Melihat berbagai macam data, industri manufaktur merupakan sektor terpenting bagi pertumbuhan ekonomi, dalam tiga sampai lima tahun terakhir secara rata-rata, sektor industri manufaktur memberikan kontribusi sebesar 19 persen dari PDB. Inilah pentingnya mendorong agar kebangkitan ekonomi nasional dimulai dari kebangkitan industri. Kita harapkan, tahun 2021 bisa lebih baik dan dapat keluar dari pandemi Covid-19,” tegasnya.

Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.

 

Share:

Twitter