BERITA FOTO

Menperin Mendampingi Presiden saat Kunjungan Kerja ke PT APR


Jumat, 21 Februari 2020

Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Riau Syamsuar (kiri), Chairman Royal Golden Eagle (RGE) Sukanto Tanoto (dua dari kiri), serta Direktur RGE Anderson Tanoto (kanan) meresmikan pabrik serat rayon viskosa PT Asia Pacific Rayon (APR) di Pelalawan, Riau, 21 Februari 2020. Kemenperin mencatat, melalui investasi APR dan PT Rayon Utama Makmur, kapasitas industri rayon nasional saat ini menjadi 857 ribu ton per tahun, naik dibanding tahun 2018 sebesar 536 ribu ton per tahun.




Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Riau Syamsuar, Chairman Royal Golden Eagle (RGE) Sukanto Tanoto, serta Direktur RGE Anderson Tanoto melepas kontainer berisi serat rayon untuk diekspor ke ke Turki sebanyak 10.190 ton serta pengiriman ke Jawa Tengah sebesar 12.000 ton saat melakukan kunjungan kerja ke PT APR di Pelalawan, Riau, 21 Februari 2020. Kemenperin mencatat, melalui investasi APR dan PT Rayon Utama Makmur, kapasitas industri rayon nasional saat ini menjadi 857 ribu ton per tahun, naik dibanding tahun 2018 sebesar 536 ribu ton per tahun. Menperin mengatakan, pabrik APR diproyeksi mampu menghasilkan devisa hingga USD131 juta dan substitusi impor mencapai USD149 juta.




Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Direktur RGE Anderson Tanoto mendengar penjelasan dari karyawan PT APR, saat meninjau pusat pembibitan PT APR di Pelalawan, Riau, 21 Februari 2020. Menperin optimistis dengan penguatan struktur industri di dalam negeri mulai dari sektor hulu sampai hilir, akan bisa meningkatkan daya saing nasional sehingga menghasilkan produk yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional. Namun demikian, agar semakin menghasilkan produk yang kompetitif di kancah global, diperlukan pembaruan teknologi manufaktur yang modern.




Share:

<< Sebelumnya   Selanjutnya >>

Twitter