BERITA FOTO

Menperin Meninjau GIIAS 2019


Jumat, 29 Maret 2019


Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendengar penjelasan dari perwakilan dari Astra Daihatsu Motor saat meninjau GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Surabaya, Jawa Timur, 29 Maret 2019.Menperin mengatakan, saat ini industri otomotif di Indonesia telah berkembang menjadi basis produksi kendaraan jenis MPV, truck, dan pick-up yang pengembangannya diarahkan untuk meningkatkan ekspor ke pasar global dengan target besarnya sebagai pemasok kendaraan jenis sedan dan SUV.









Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melihat interior dari kendaaraan hybrid saat meninjau GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Surabaya, Jawa Timur, 29 Maret 2019. Menperin menegaskan, Kementerian Perindustrian tengah fokus mendorong produksi kendaraan yang beremisi karbon rendah atau low carbon emission vehicle (LCEV. Sehingga, di tahun 2025 produksi mobil listrik ditargetkan mencapai 20 persen dari total produksi kendaraan bermotor nasional.









Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang didampingi oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, Harjanto (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (GAIKINDO) Yohannes Nangoi (dua dari kanan), anggota komisi III DPR RI Adies Kadir (tiga dari kanan), Wagub Jawa Timur Emil Dardak (empat dari kanan), serta perwakilan dari Honda Prospect Motor saat meninjau GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Surabaya, Jawa Timur, 29 Maret 2019. Seiring dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Menperin optimis ekspor mobil Indonesia dapat melampaui Thailand. Karena di dalam perjanjian tersebut, sebanyak 6.747 pos tarif barang asal Indonesia, termasuk otomotif akan bebas bea masuk (BM).










Share:

<< Sebelumnya   Selanjutnya >>

Twitter