BERITA INDUSTRI

IKM Terpukul Kelangkaan Garam


Rabu, 26 Juli 2017

Sumber : Republika (26/07/2017)

JAKARTA — Direktur Industri Kecil Menengah (IKM) Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur Kementerian Perindustrian Sudarto menyebut bahwa hampir semua IKM yang memproduksi garam konsumsi beryodium sudah berhenti berproduksi. Ini terjadi karena mereka tidak mendapatkan bahan baku dari sentra garam rakyat.

Sudarto sendiri mengaku baru saja mengunjungi sentra IKM garam di Pati dan Rembang, Jawa Tengah. Di provinsi tersebut, rata-rata industri rumaham tetth berhenti memproduksi garam sejak akhir Mei lalu. "Sudah tidak ada pasokan bahan baku dari garam rakyat karena memang tidak ada panen," ujarnya ketika dihubungi Republika, Selasa (25/7). 

Menurut Sudarto, hanya sebagian kecil dari IKM yang masih berproduksi, di antaranya, di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Namun begitu, produksi mereka hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi garam di daerahnya sendiri.

Memang, sambung dia, sejak awal tahun produksi garam IKM tak maksimal. Sampai April lalu, IKM hanya mampu menghasilkan sekitar 30 persen garam konsumsi beryodium dari total kapasitas produksi.

Menurut Sudarto, hal tersebut terjadi karena banyak ladang garam gagal panen akibat kondisi cuaca yang sering hujan. "Sampai hari ini, relatif belum ada panen lagi," kata dia.

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengatakan, semestinya kebutuhan garam konsumsi bisa dipenuhi dari dalam negeri. Sebab, Indonesia memiliki daerah pantai yang luas.

Oleh karena itu, Jusuf Kalla meminta kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan produksi garam konsumsi di dalam negeri.

"Garam konsumsi kita harap dapat dipenuhi dari dalam negeri, Kementerian Kelautan harus memberikan cara-cara untuk meningkatkan produksi garam itu," ujar Jusuf Kalla yang ditemui di Kantor Wakil Presiden, Selasa (25/7).

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) Cucu Sutara mengatakan, garam yang dikonsumsi masyarakat terancam langka akibat banyak produsen garam konsumsi yang kolaps tak bisa berproduksi karena kehabisan bahan baku. Sebagai contoh, kata dia, di Gresik, Jawa Timur, terdapat lima industri yang harus mengurangi karyawan akibat tidak adanya bahan baku tersebut. Kondisi serupa juga terjadi di Jawa Tengah.

Berdasarkan data yang ada konsumsi garam di Indonesia per tahunnya sebanyak tiga kilogram per orang. Jadi, diperkirakan, sebanyak 780 ribu ton garam langsung dimakan per tahunnya.

Share:

Twitter