BERITA INDUSTRI

Pabrik Es Hadir di Donggala


Rabu, 18 Nopember 2015

Sumber : Media Indonesia

Industri pengolahan ikan nasional dewasa ini masih dihadapkan pada keterbatasan suplai bahan baku berkualitas. Itu antara lain disebabkan kekurangan suplai produk es balok.

Es balok dipakai untuk memperpanjang masa simpan hasil tangkapan nelayan selama proses penangkapan di laut dan saat proses pengiriman dari tempat pendaratan sampai ke pabrik pengolahan ikan.

Karena itu, Kementerian Perindustrian melakukan terobosan dengan memberi bantuan mesin dan peralatan pabrik es balok berskala kecil dengan kapasitas produksi 10 ton per hari atau setara dengan 200 batang es balok dengan berat 50 kg per batang. “Untuk mencapai target, rantai pendingin seperti ketersediaan es balok berperan sangat besar,” ungkap Menteri Perindustrian Saleh Husin saat meresmikan pabrik es balok di Pelabuhan Perikanan Donggala di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah, kemarin.

Saat ini, ada 38 industri pengolahan ikan di seluruh Indonesia, dengan kapasitas produksi sekitar 350 ribu ton per tahun dan tingkat rerata utilisasi 58%. Dalam 5 tahun mendatang, produksi perikanan diharapkan mencapai 20,05 juta ton per tahun dengan nilai ekspor US$5 miliar.

Saleh menyebut industri pengolahan ikan, termasuk industri rantai pendingin, sebagai salah satu industri prioritas yang jadi andalan perekonomian nasional.

Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Donggala menjamin suplai listrik agar operasi pabrik es balok dapat berkesinambungan.

Bupati Donggala Kasman Lassa menambahkan pabrik es balok yang berlokasi di UPT Pelabuhan Perikanan di Pelabuhan Bajo itu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat nelayan di 16 kecamatan di wilayah Donggala. Ia menyebut Pelabuhan Donggala telah berdiri sejak 1430, tapi kondisi infrastruktur dan fasilitasnya belum memadai. “Harus disentuh lagi,” ujarnya sambil melirik ke arah Saleh. (Hym/E-2)

Share:

Twitter