KEGIATAN KEMENPERIN

Menperin Hadiri Pengumuman Pabrikasi Smartphone Lenovo di Indonesia


Rabu, 4 Nopember 2015

Menteri Perindustrian Saleh Husin didampingi Dirjen ILMATE I Gusti Putu Suryawirawan menghadiri Pegumuman Pabrikasi Smartphone Lenovo di Indonesia di hotel Shangri La, Jakarta (04/11/2015). Pada kesempatan tersebut turut hadir Menteri Perdagangan Thomas T. Lembong, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, President Mobile Business Group Lenovo dan Chairman Motorola Mobility Operating Board Mr. Chen Xudong, Vice President AP Smartphone Business Lead Mobile Business Group Lenovo Mr. Dillon Ye, serta Country Lead Smartphone Division Lenovo Indonesia Adrie R. Suhadi.


Lenovo secara resmi telah mengumumkan bahwa perusahaan ini akan memulai pabrikasi lokal smartphone Lenovo di Serang, Banten, Indonesia. Bekerjasama dengan mitra pabrikasi lokal PT. Tridharma Kencana, Lenovo akan memiliki tiga lini pabrikasi dengan kapasitas produksi 75.000 hingga 150.000 unit per bulan. Model smartphone pertama yang diproduksi di fasilitas pabrikasi tersebut adalah Lenovo A6010 dan A2010 dan telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)sebanyak 30 persen.


“Selama ini kan produsen dan prinsipal sudah menikmati pasar domestik Indonesia, menarik duit dari konsumen. Kini sudah saatnya juga menanam modal dan membangun pabrik ponsel,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam sambutannya pada acara tersebut.


Aktivitas produksi di Indonesia, lanjut Menperin, dapat dimanfaatkan produsen sebagai salah satu keunggulan dalam memasarkan produk ke konsumen Indonesia. Sebaliknya, Kemenperin akan mengedukasi konsumen tentang ponsel-ponsel mana saja yang diproduksi di Indonesia. Sejauh ini, Indonesia adalah negara dengan populasi pengguna telepon seluler yang sangat besar. Ini terlihat dari tingginya nilai impor telepon seluler yang mencapai 60 Juta unit pada 2014. 


Pemerintah memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan industri komunikasi dan telematika. Juli lalu, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian telah ditetapkan batas minimimal TKDN di ponsel 4G yang beredar di Indonesia.Aturan ini akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2017 dan semua smartphone 4G LTE FDD harus mempunyai kandungan lokal minimal 30 persen. Pemerintah juga mendorong tumbuhnya industri pengembang perangkat lunak dan aplikasi.


Kemenperin berharap, ekspansi ini diteruskan dengan pembangunan industri komponen dalam negeri sehingga diharapkan dapat menjadi bagian dari rantai produksi produk telepon seluler dunia.



Share:

Kegiatan Lainnya  

Twitter