KEGIATAN KEMENPERIN

Kunjungan Kerja Menperin Ke Tiga Negara di Eropa


Jumat, 11 September 2015

Dalam upaya peningkatan kerjasama internasional di sektor industri, Menteri Perindustrian Saleh Husin beserta Delegasi Indonesia melakukan kunjungan kerja ke tiga negara di Eropa, yakni Belanda, Italia, dan Polandia mulai tanggal 3 – 11 September 2015. Berbagai kegiatan dilakukan Menperin bersama rombongan, diantaranya adalah dialog dan temu usaha, penandatanganan MoU serta peninjauan objek-objek industri.

“Saya mengharapkan kunjungan kerja ini akan membuka peluang kerjasama dan penanaman modal di sektor-sektor yang akan mendukung pembangunan industri di Indonesia. Hal ini juga tentunya dapat mendukung upaya pengembangan industri nasional, peningkatan penguasaan pasar dalam dan luar negeri, serta percepatan penyebaran industri di daerah,” tutur Menperin di Jakarta, (2/9).

Delegasi Indonesia yang dipimpin Menperin dihadiri oleh pejabat eselon I dan II Kementerian Perindustrian, perwakilan dari Kementerian Perdagangan, serta pelaku usaha dan asosiasi industri.


Kunker ke Belanda

Ketika di Rotterdam, Belanda, (3/9), Menperin melakukan pertemuan dengan Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI di Den Haag, Ibnu Wahyutomo untuk membahas persiapan acara Investor Night antara pemangku kepentingan kelapa sawit di Belanda dengan delegasi dari Indonesia. Pada kesempatan tersebut Menperin didampingi Dirjen Industri Agro Panggah Susanto serta Direktur Industri Minuman dan Tembakau Faiz Achmad

Investor Night yang dihadiri para pelaku industri kedua negara (Indonesia-Belanda) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para calon investor potensial serta membuka peluang mendapatkan local partnership khususnya di sektor industri hilir kelapa sawit.

“Kami memandang bahwa peluang untuk meningkatkan masuknya investasi dan teknologi proses dari Uni Eropa ke Indonesia di bidang industri hilir kelapa sawit masih terbuka lebar. Hal ini tercermin dari tren harga CPO (minyak sawit mentah) yang cenderung stagnan di level rendah pada kurun waktu setahun terakhir ini, sehingga mendorong pengusaha untuk membangun industri pengolahan mendekati sumber bahan baku, khususnya di Indonesia sebagai negara produsen minyak sawit terbesar di dunia,” papar Menperin.

Pada hari Jumat (4/9), Menperin bersama rombongan menyambangi industri galangan kapal milik Damen Schelde Naval Shipbuilding di Vissingen, barat daya Amsterdam. Pendiri dan Chairman Damen Shipyard, Kommer Damen dan Presiden Direktur Hein van Ameijden menyambut langsung rombongan delegasi Indonesia.

Perusahaan tersebut merupakan salah satu mitra PT PAL Indonesia di Surabaya. Keduanya bekerja sama membangun kapal Perusak Kawal Rudal 10514 model korvet/frigate sigma class.  “Format kerja sama dengan PT Pal adalah joint production, beberapa modul dikerjakan di Surabaya dan lainnya di Belanda lalu disatukan. Ini membuka kesempatan terjadinya transfer of technology,” ujar Menperin.

Dapat disampaikan, ekspor minyak sawit asal Indonesia untuk pasar Uni Eropa hingga Benua Amerika lebih banyak masuk melalui pelabuhan Rotterdam karena didukung dengan fasilitas pelabuhan Curah Cair berkelas dunia. Selain itu, pembentukan harga internasional untuk CPO dan produk hilirnya juga mengacu pada harga bursa Rotterdam mengingat banyak perusahaan kelas dunia mempunyai pabrik atau fasilitas produksi industri hilir dan tangki penyimpanan di kawasan industri sekitar pelabuhan Rotterdam.


Kunker ke Italia

Kunjungan dilanjutkan ke Milan, Italia pada Minggu (6/9). Menperin didampingi Dirjen KPAII Achmad Sigit Dwiwahjono serta Direktur Kerjasama Industri Internasional Wilayah I dan Multilateral, Anastasius Riyanto meninjau penyelenggaraan World Expo Milano (WEM) 2015, sebuah ajang tingkat dunia yang diadakan oleh International Exhibition Bureau setiap lima tahun sekali. Pameran yang diselenggarakan selama enam bulan mulai tanggal 1 Mei – 31 Oktober 2015, diikuti sebanyak 140 negara dan ditargetkan pengunjung akan mencapai 64 juta orang dari seluruh dunia.

Pada pameran tersebut, setiap negara mengusung tema masing-masing dengan menampilkan berbagai tradisi, kreativitas, dan inovasi terbaik yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan vital manusia, seperti kesehatan, keamanan, dan ketersediaan pangan, tanpa mengabaikan keramahan lingkungan. Tahun ini, Indonesia mengusung tema “Stage of The World” yang mampu menunjukkan pada dunia betapa besar potensi yang dimiliki oleh Indonesia, mulai dari kekayaan alam bahari, kreativitas, ragam budaya, makanan, pakaian adat, hingga heterogenitas suku yang harmonis.

“Event ini merupakan sebuah peluang baik untuk perdagangan, investasi, dan pariwisata. Dengan jumlah pengunjung yang besar, akan semakin banyak orang di dunia ini yang akan mengenal Indonesia melalui event ini. Dari sektor ekonomi, event ini dapat berpotensi mendatangkan banyak investor ke Indonesia,” harap Menperin.

Dalam kesempatan tersebut, di paviliun Indonesia, Menperin dan Dubes Indonesia untuk Italia, August Parengkuan hadir pada upacara bendera dalam perayaan Hari Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia. Selanjutnya, Menperin bersama rombongan meninjau paviliun negara Jepang, USA, Jerman, Polandia, Uni Emirat Arab, dan Angola.

Sementara itu, pada hari Senin (7/9) Menperin datang kembali ke Paviliun Indonesia di WEM 2015 untuk menyaksikan penandatanganan Technical Arrangement antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dengan Kementerian Pembangunan Ekonomi Republik Italia untuk kerjasama di sektor industri kulit dan tekstil.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Italia telah berhasil menggerakkan bisnis yang berorientasi industri berbasis kulit. Dari bisnis yang hanya merupakan salah satu lini dari industri kulit dan produk kulit tersebut terdiri dari usaha kecil dan menengah, yang sebagian besar berada di daerah Vigenano, Tuskany, dan Marches,” tutur Menperin.

Setelah itu, agenda lainnya, Menperin memberikan sambutan sekaligus pengarahan pada peresmian kegiatan Kementerian Perindustrian di Pavilun Indonesia, WEM 2015 berupa pelaksanaan festival dan demo kopi serta fashion show. Selanjutnya, Menperin menjadi keynote speech pada acara “Business Forum: Indonesia Investment Day” di Hotel Excelsior, Piazza Duca D'Aosta, Milan.

“Forum yang diselenggarakan oleh BKPM tersebut dihadiri para perwakilan pemerintah dan stakeholders industri Indonesia-Italia dalam rangka konsolidasi dan sinergi peningkatan investasi dan hubungan kerjasama industri kedua negara,” kata Menperin.


Kunker ke Polandia

Dalam kunjungan terakhirnya di Polandia, Menperin meninjau berbagai objek industri, diantaranya ke PZG dan Lucznik (industri alat pertahanan), Alstom Power Turbine Factory, Pelabuhan Gydnia, Nauta Shipyard, Bakoma Company (industri dairy product), serta melakukan pertemuan dengan Menteri Perekonomian/Wakil Perdana Menteri  Polandia, Janusz Piechocinski. Bahkan, pada kesempatan tersebut, kedua menteri akan melakukan penandatanganan MoU untuk kerjasama di sektor industri.

“Kunjungan kami ke Polandia membuahkan beberapa kesepakatan dan hasil konkret. Di antaranya, kedua negara bekerja sama dalam perdagangan ekspor-impor, pendidikan dan transfer ilmu pengetahuan serta teknologi,” pungkas Menperin.

 

Share:

Kegiatan Lainnya  

Twitter