KEGIATAN KEMENPERIN

Menperin Mengunjungi Tiga Objek Industri di Jawa Timur


Jumat, 17 April 2015

Menteri Perindustrian Saleh Husin kembali melakukan kunjungan kerja ke sejumlah objek industri di Jawa Timur, Sabtu (17/4). Didampingi Dirjen Industri Agro sekaligus Plt. Dirjen IUBTT Kemenperin Panggah Susanto, Menperin meninjau tiga pabrik yaitu PT. Karunia Alam Segar di Gresik dan PT. Wilmar Nabati Indonesia serta PT Dumas Tanjung Perak Shipyard di Surabaya.


Di PT. Karunia Alam Segar, salah satu anak perusahaan Wings Group yang memproduksi makanan dan minuman siap saji, Menperin sempat meninjau proses produksi TOP Coffee dan Mie Sedaap bersama Chairman WingsGroup William Katuari, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Farid Al Fauzi, dan Wakil Bupati Gresik M Qosim.

 

Pada kesempatan tersebut, Menperin menyampaikan bahwa Pemerintah terus berupaya untuk mendorong pengembangan industri makanan dan minuman dalam negeri. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah meningkatkan ketersediaan bahan baku lokal.

 

Selanjutnya, di PT. Wilmar Nabati Indonesia yang merupakan industri pengolahan kelapa sawit, Menperin menegaskan Pemerintah telah menetapkan kebijakan Hilirisasi Industri Kelapa Sawit untuk meningkatkan value minyak sawit mentah menjadi aneka produk hilir bernilai tambah tinggi.


Kebijakan hilirisasi industri kelapa sawit telah mencatat berbagai keberhasilan, antara lain masuknya investasi hingga USD 3,1 miliar hingga akhir tahun 2014. Selain itu, rasio ekspor produk hulu vs produk hilir yang semula 60% vs 40% pada tahun 2011 berubah menjadi 40% vs 60% pada tahun 2014. Jumlah jenis produk hilir juga berkembang pesat, pada tahun 2014 mencapai 150 jenis produk hilir dibandingkan tahun 2011 sekitar 54 jenis produk hilir.

Di sana, Menperin sempat mengamati proses pembuatan mie yang berbahan dasar produk dari PT Wilmar Nabati Indonesia dan menerima cenderamata dari Direktur PT Wilmar Nabati Indonesia Hendry Sakti.

Sementara itu, di PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, menperin menegaskan Pemerintah semakin serius untuk memperkuat sektor maritim dengan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Salah satu program utama untuk mencapai target tersebut adalah program pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim melalui pembangunan tol laut, deep seaport, logistik, dan industri perkapalan.

Oleh karena itu, Kemenperin terus melakukan kebijakan strategis dalam pengembangan industri galangan kapal nasional, antara lain melalui program P3DN, penciptaan iklim usaha yang kondusif, serta pemberian fasilitas PPN.

Menperin berharap kunjungan tersebut dapat membawa dampak positif bagi pengembangan industri dalam negeri.

 

 

Share:

Kegiatan Lainnya  

Twitter