Beranda | Profil | Statistik Industri | Regulasi | Publikasi | Informasi Publik | Layanan Publik | Links | Hubungi Kami | Peta Situs

VISI DAN MISI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

VISI

Visi Pembangunan Industri Nasional Jangka Panjang (2025) adalah Membawa Indonesia pada tahun 2025 untuk menjadi Negara Industri Tangguh Dunia yang bercirikan :

  1. Industri kelas dunia;
  2. PDB sektor Industri yang seimbang antara Pulau Jawa dan Luar Jawa;
  3. Teknologi menjadi ujung tombak pengembangan produk dan penciptaan pasar.

Untuk menuju Visi tersebut, dirumuskan Visi tahun 2020 yakni Tercapainya Negara Industri Maju Barusesuai dengan Deklarasi Bogor tahun 1995 antar para kepala Negara APEC. Sebagai Negara Industri Maju Baru, Indonesia harus mampu memenuhi beberapa kriteria dasar antara lain:

  1. Kemampuan tinggi untuk bersaing dengan Negara industri lainnya;
  2. Peranan dan kontribusi sektor industri tinggi bagi perekonomian nasional;
  3. Kemampuan seimbang antara Industri Kecil Menengah dengan Industri Besar;
  4. Struktur industri yang kuat (pohon industri dalam dan lengkap, hulu dan hilir kuat, keterkaitan antar skala usaha industri kuat);
  5. Jasa industri yang tangguh.

Berdasarkan Visi tahun 2020, kemampuan Industri Nasional diharapkan mendapat pengakuan dunia internasional, dan mampu menjadi basis kekuatan ekonomi modern secara struktural, sekaligus wahana tumbuh-suburnya ekonomi yang berciri kerakyatan. Dalam mewujudkan Visi Kementerian Perindustrian tahun 2020, diperlukan upaya-upaya sistemik yang dijabarkan ke dalam peta strategi yang mengakomodasi perspektif pemangku kepentingan berupa pencapaian strategis (Strategic Outcomes) yaitu :

  1. Meningkatnya nilai tambah industri;
  2. Meningkatnya penguasaan pasar dalam dan luar negeri;
  3. Meningkatnya kemampuan SDM Industri, R&D dan kewirausahaan;
  4. Meningkatnya penguasaan teknologi industri yang hemat energi dan ramah lingkungan;
  5. Lengkap dan menguatnya struktur industri;
  6. Tersebarnya pembangunan industri;
  7. Meningkatnya peran IKM terhadap PDB.

Visi tersebut di atas kemudian dijabarkan dalam visi lima tahun sampai dengan 2014 yakni Pemantapan daya saing basis industri manufaktur yang berkelanjutan serta terbangunnya pilar industri andalan masa depan.

 

MISI

Dalam rangka mewujudkan visi 2025 di atas, Kementerian Perindustrian sebagai institusi pembina Industri Nasional mengemban misi sebagai berikut:

  1. Menjadi wahana pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat;
  2. Menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi nasional;
  3. Menjadi pengganda kegiatan usaha produktif di sektor riil bagi masyarakat;
  4. Menjadi wahana (medium) untuk memajukan kemampuan teknologi nasional;
  5. Menjadi wahana penggerak bagi upaya modernisasi kehidupan dan wawasan budaya masyarakat;
  6. Menjadi salah satu pilar penopang penting bagi pertahanan negara dan penciptaan rasa aman masyarakat;
  7. Menjadi andalan pembangunan industri yang berkelanjutan melalui pengembangan dan pengelolaan sumber bahan baku terbarukan, pengelolaan lingkungan yang baik, serta memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.

Sesuai dengan Visi tahun 2014 di atas, misi tersebut dijabarkan dalam misi lima tahun sampai dengan 2014 sebagai berikut:

  1. Mendorong peningkatan nilai tambah industri;
  2. Mendorong peningkatan penguasaan pasar domestik dan internasional;
  3. Mendorong peningkatan industri jasa pendukung;
  4. Memfasilitasi penguasaan teknologi industri;
  5. Memfasilitasi penguatan struktur industri;
  6. Mendorong penyebaran pembangunan industri ke luar pulau Jawa;
  7. Mendorong peningkatan peran IKM terhadap PDB.

 

KONDISI YANG DIHARAPKAN PADA TAHUN 2010-2014

Kondisi yang harus dicapai pada tahun 2014 sebagai berikut:

  1. Terselesaikannya permasalahan yang menghambat, dan rampungnya program revitalisasi, konsolidasi, dan restrukturisasi industri yang terkena dampak krisis;
  2. Tumbuhnya industri yang mampu menciptakan lapangan kerja yang besar;
  3. Terolahnya potensi sumber daya alam daerah menjadi produk-produk olahan;
  4. Semakin meningkatnya daya saing industri berorientasi ekspor;
  5. Tumbuhnya industri-industri potensial yang akan menjadi kekuatan penggerak pertumbuhan industri di masa depan;
  6. Tumbuh berkembangnya IKM, khususnya industri menengah sekitar dua kali lebih cepat daripada industri kecil.

Keluaran jangka menengah yang diharapkan adalah :

  1. Besarnya kemampuan sektor industri untuk menyediakan lapangan kerja baru,
  2. Pulihnya industri yang terpuruk akibat krisis,
  3. Meningkatnya kemampuan daerah menghasilkan produk olahan,
  4. Menguatnya struktur industri, seiring dengan tumbuhnya industri penunjang, komponen dan bahan baku industri,
  5. Meningkatnya ekspor secara signifikan,
  6. Terbangunnya pilar-pilar industri masa depan,
  7. Semakin kuatnya keterkaitan antar skala-industri, dan seimbangnya sumbangan nilai tambah antara industri besar dan IKM.