VISI DAN MISI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

VISI

Sebagai amanat Undang-Undang No.3 tahun 2014 tentang perindustrian, telah di tetapkan Peraturan Pemerintah no. 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035.

Ripin 2015-2035 ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun, memuat antara lain tentang visi, misi dan strategi pembangunan industri;

Visi pembangunan industri nasional adalah Indonesia menjadi Negara Industri Tangguh. Industri tanggung bercirikan:

  1. Struktur industri nasional yang kuat, dalam, sehat dan berkeadilan;
  2. Industri yang berdaya saing tinggi di tingkat global; dan
  3. Industri yang berbasis inovasi dan teknologi.

MISI

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, pembangunan industri nasional mengemban misi sebagai berikut:

  1. Meningkatkan peran industri nasional sebagai pilar dan penggerak perekonomian nasional;
  2. Memperkuat dan memperdalam struktur industri nasional;
  3. Meningkatkan industri yang mandiri, berdaya saing, dan maju, serta industri hijau;
  4. Menjamin kepastian berusaha, persaingan yang sehat, serta mencegah pemusatan atau penguasaan industri oleh satu kelompok atau perseorangan yang merugikan masyarakat;
  5. Membuka kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja;
  6. meningkatkan persebaran pembangunan industri ke seluruh wilayah indonesia guna memperkuat dan mempeprkukuh ketahanan nasional; dan
  7. Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan.
Strategi yang ditempuh untuk mencapai visi dan misi pembangunan industri nasional adalah sebagai berikut:
  1. Mengembangkan industri hulu dan industri antara berbasis sumber daya alam;
  2. Melakukan pengendalian ekspor bahan mentah dan sumber energi;
  3. Meningkatkan penguasaan teknologi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri;
  4. Menetapkan Wilayah Pengembangan Industri (WPI);
  5. Mengembangkan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI), Kawasan Peruntukan Industri, Kawasan Industri, dan sentra industri kecil dan industri menengah;
  6. Menyediakan langkah-langkah afirmatif berupa perumusan kebijakan, penguatan kapasitas kelembagaan dan pemberian fasilitas kepada industri kecil dan industri menengah;
  7. Melakukan pembangunan sarana dan prasarana industri;
  8. Melakukan pembangunan industri hijau;
  9. Melakukan pembangunan industri strategis;
  10. Melakukan peningkatan penggunaan produk dalam negeri;dan
  11. Meningkatkan kerjasama internasional bidang industri. 

 

Twitter