BERITA INDUSTRI

China Bangun Smelter di Bintan


Sumber : Sinar Harapan

JAKARTA - Anak perusahaan Nanshan Group dari China, Shandong Nanshan Aluminium Co Ltd, mendirikan pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) bauksit di Pulau Bintan Timur, Kepulauan Riau. Total investasi mencapai US$ 5 miliar.
Pembangunan smelter diperkirakan selesai tiga tahun di atas lahan seluas 1.000 hektare. Nanshan Alumunium saat ini sudah memulai pembangunan pelabuhan di Pulau Bintan Timur.
"Rencananya kami ingin mengembangkan di Pulau Bintan saja. Kapasitasnya mencapai 2.100.000 ton dari baukisit menjadi alumina, dan 530.000 ton dari alumina menjadi batang logam atau ingots," kata Presiden Direktur Shandong Nanshan Alumunium Co Ltd, Song Jianbo, usai bertemu dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat, di Jakarta, Rabu (16/10).
Jianbo juga mengatakan proyek smelter yang sudah dimulai ini akan mengikutsertakan mitra lokal, PT MKU. Meskipun demikian, Jianbo mengatakan saham dari mitra lokal cukup kecil, sekitar 5 persen. "Kami juga mengajukan insentif kepada pemerintah Indonesia, yaitu tax holiday," ia melanjutkan.
Menurut Hidayat, Nanshan Aluminium masih memiliki kendala dalam pembangunan smelter meskipun saat ini sudah mulai membangun pelabuhan.
"Mereka mengatakan kepada saya tadi, saat ini pembangunannya sudah masuk ke fisik. Meskipun demikian, memang masih ada beberapa kendala, misalnya masalah lahan dan sebagainya. Saya pun tadi mengatakan akan membantu mereka mengatasi kendala tersebut," kata Hidayat.
Hidayat juga mengatakan, hingga saat ini sudah ada sekitar lima perusahaan dari China yang melakukan groundbreaking untuk smelter di Indonesia, satunya adalah Nanshan Aluminium. Hidayat menambahkan, di sekitar Bintan mernang ada bauksit meskipun jumlahnya tidak besar. "Selain di Bintan, Nanshan Aluminium juga punya tambang bauksit di Kalimantan. Setidaknya untuk proses produksi awal, mereka sudah punya," ia melanjutkan. (Fitriana A Suherli)

Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM