SIARAN PERS

Kemenperin Gelar Pameran Produk Busana Muslim


Dirjen IKM Kemenperin Euis Saedah membuka secara resmi Pameran Produk Busana Muslim di Plasa Pameran Industri, Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (31/07). Pameran ini terselenggara atas kerjasama Direktorat Jenderal IKM dan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dengan tujuan mempromosikan produk-produk terbaik dari perajin IKM busana muslim, serta mengangkat busana muslim menjadi salah satu produk yang dapat diunggulkan dan dipasarkan secara lebih luas lagi untuk pengembangan fungsi maupun desainnya.




Pelaksanaan pameran berlangsung selama empat hari, 31 Juli-3 Agustus 2012, dibuka pukul 10.00-17.00 WIB dengan mengikutsertakan 44 IKM binaan APPMI yang berasal dari berbagai daerah, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Lampung. Pameran juga akan menampilkan berbagai kegiatan, di antaranya peragaan busana (fashion show) dan demo memakai kerudung atau jilbab.




Dalam sambutannya, Dirjen IKM mengatakan, busana muslim mulai menggebrak trend fashion dunia dengan berbagai macam modenya. “Kesadaran akan Islam di kelas menengah, juga menjadikan banyak kalangan menyesuaikan gaya hidup modern dengan tradisi Islam. Hal ini menjadi rangsangan tersendiri bagi tumbuhnya perdagangan busana muslim di ranah global. Tak hanya di dunia Islam, pertumbuhan pasar busana muslim juga di Eropa”. Saat ini, di Inggris terdapat sekitar 1,5 juta muslim. Dengan jumlah itu, diperkirakan transaksi busana muslim di negara tersebut mencapai US$ 150 juta dalam setahun. Sementara dengan total umat Islam sebanyak 16 juta jiwa, omzet perdagangan busana muslim di Eropa mencapai US$ 1,5 miliar pertahun.




Perlu diketahui, perkembangan industri busana muslim di tanah air mulai marak di kota-kota besar di pulau Jawa sejak tahun 1990-an, namun booming baru dirasakan pada tahun 1995. Sejak saat itulah, semakin banyak perempuan Indonesia yang berbusana muslim, bahkan busana khas ini telah menyebar ke berbagai perkantoran, hotel berbintang, sekolah-sekolah, hingga pasar modern dan tradisional.




“Hal ini berarti busana muslim tidak hanya dianggap sebagai alat penyempurna untuk menutup aurat, namun juga sebagai simbol indentitas kultural dan lebih jauh dapat mengubah trend dalam berbusana,” tegas Dirjen IKM. Terlebih lagi, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, mempunyai nilai ekonomis yang tinggi bagi perkembangan busana muslim.




Fashion muslim di Indonesia memiliki ciri khas yang tidak bisa ditiru oleh negara manapun. Kolaborasi efektif antara pemerintah dan swasta dalam upaya mengoptimalkan potensi kekayaan budaya dan perancang busana diyakini akan menghasilkan produk yang inovatif dan produktif.




Menurut Dirjen IKM, desain merupakan faktor yang sangat menentukan dalam peningkatan daya saing di dalam produk industri busana muslim. Oleh karena itu, untuk memenangkan kompetisi pasar dalam maupun luar negeri, para pelaku usaha industri busana muslim harus memperkuat kreativitas untuk menuangkan ide-ide baru. Desain produk busana muslim tidak semata dilihat dari fungsi semata, tapi juga penampilan desain yang sedang diburu masyarakat pengguna dan banyak laku di pasar. Selain itu, dalam mendesain perlu melihat trend yang sedang berkembang.




Untuk itu, pameran ini merupakan salah satu upaya Kementerian Perindustrian dalam menjembatani kebutuhan promosi dengan pengguna secara langsung maupun calon-calon pembeli potensial, sekaligus dengan datangnya bulan suci Ramadhan akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan dunia usaha, terutama para pengusaha IKM busana muslim yang yang telah melihat potensi besar pasar busana muslim di Indonesia sebagai target pasar yang sangat menjanjikan.




“Bagi para peserta, jangan terlambat untuk menangkap dan menciptakan peluang bisnis ini. Ketika sektor ini mulai tumbuh kembali, jangan menunggu sampai semuanya telah siap dan baik, Insya Allah tahun ini peminat busana muslim tumbuh dan berkembang lebih pesat lagi mengingat bahwa Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk beragama Islam terbesar di dunia,” himbau Dirjen IKM sambil menutup sambutannya.


 


Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.


 


Jakarta, 31 Juli 2012


Kepala Pusat Komunikasi Publik


 


 


Hartono



Share: