KEGIATAN KEMENPERIN

Menperin MS. Hidayat Hadiri Seminar KADIN tentang SNI


JAKARTA--Menteri Perindustrian MS Hidayat menjadi pembicara di seminar Kadin tentang SNI yang diadakan di Hotel Borobudur, Selasa, 20 Maret 2012.  Dalam kesempatan tersebut  dikatakan bahwa berdasarkan perbandingan apple to apple antara produk industri Indonesia dengan impor, biaya produksi menjadi salah satu aspek yang mempengaruhi daya saing. Karena itu, efisiensi merupakan kebutuhan mendesak, dengan demikian untuk memacu daya saing industri manufaktur nasional biaya-biaya produksi yang selama ini tinggi dan membebani industri perlu ditekan. Selain itu untuk melindungi konsumen dan industri lokal dari serbuan produk-produk bermutu di bawah standar perlu dilakukan pengamanan pasar dalam negeri.

Dalam seminar yang dihadiri kalangan industri tersebut juga dkatakan bahwa Kementerian Perindustrian sudah sepakat bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag), untuk melakukan sweeping atas peredaran produk bermutur di bawah standar. Karena hal itu sudah menjadi tanggung jawab Kementerian Perindustrian untuk melakukan percepatan penerapan SNI Wajib.

"SNI Wajib juga akan membuka peluang produk kita bersaing di pasar global. SNI adalah salah satu instrumen untuk daya saing industri nasional. Karena itu, penyusunan SNI harus didasarkan pada kebutuhan nyata di lapangan. Yang penting, pola pikir juga harus berubah. Penerapan standar tidak lagi hanya karena kewajiban, tapi kebutuhan. Karena penerapan dan pemenuhan standar bermanfaat untuk industri itu sendiri," tegas Menperin.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Standarisasi dan Mutu Produk Aziz Pane mengatakan, daya saing industri ditentukan oleh kualitas berbagai faktor. Yakni, mutu produk, konsistensi ketersediaan dan rantai pasokan produk hingga jasa layanan pelanggan, dan harga.

Dibutuhkan upaya-upaya untuk menciptakan aspek-aspek daya saing yang berkualitas. Yakni, terkait kebutuhan suku bunga bank yang seharusnya rendah demi memacu kinerja, ekspansi, dan investasi industri. Pemerintah juga diharapkan dapat menjalankan perannya untuk menyederhanakan sistem birokrasi pusat hingga daerah, menyediakan infrastruktur memadai, dan jaminan pasokan energi.***  (puskom-yi)

Share:

Berita Serupa

Kegiatan Lainnya  

Twitter

Indonesia Industrial Summit 2018