KEGIATAN KEMENPERIN

Menperin menerima Delegasi dari Propinsi Anhui, Republik Rakyat Tiongkok


Puskom, 14 Maret 2012

JAKARTA— Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat di kantor Kementerian Perindustrian, Rabu (14/3) menerima kunjungan  Wakil Gubernur Propinsi Anhui, Republik Rakyat Tiongkok,  Huang Haisong yang disertai oleh jajaran direksi dan manajemen perusahaan yang tergabung dalam Anhui Group bersama Prosperity Materials (International) Ltd.

Dalam kesempatan tersebut Perusahaan semen asal Tiongkok, Anhui Conch Cement Company, Ltd. (Anhui Conch) yang merupakan bagian dari Anhui Conch Group Co.Ltd (Anhui Group) menyampaikan kesiapannya untuk investasi membangun pabrik semen di Kalimantan Selatan dan dan Papua Barat.

Menteri Perindustrian MS. Hidayat mengemukakan bahwa delegasi tersebut akan merealisasikan investasi membangun pabrik semen di Kalimantan Selatan dan Papua Barat. Sebagai kelanjutan MoU yang sudah ditandatangani pada Juni 2011 lalu.

Ditambahkan bahwa pabrik semen tahap pertama oleh Anhui Conch di Kalimantan Selatan direncanakan berkapasitas 2,5 juta ton per tahun. Investasi pembangunan pabrik itu diperkirakan menelan nilai total US$ 400 juta. Kapasitas Pabrik semen di Manokwari, Papua Barat rencananya juga akan berkapasitas sama dengan yang ada di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Anhui Huang Haisong mengatakan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang kaya dan potensial, untuk itu ditambahkan bahwa  jika realisasi investasi yang dilakukan Anhui Conch sukses, pihaknya akan intensif menanamkan lebih banyak investasi di Indonesia.
Wakil Gubernur Anhui Huang Haisong  yang memimpin delegasi  mengaku  mendapat masukan yang baik dari Menperin. Dia mengharapkan, dukungan berupa tax holiday seperti yang dilakukan pemerintah Tiongkok bisa diberikan pemerintah Indonesia. "Kalau ada dukungan dari pemerintah Indonesia dan mau memberikan tax holiday, kami akan sangat senang," kata Huang.***(Puskom-yi)



Share:

Berita Serupa

Kegiatan Lainnya  

Twitter

Indonesia Industrial Summit 2018