AGENDA PENTING KEMENPERIN

Revitalisasi Industri Gula


Revitalisasi industri gula nasional merupakan program besar dan kompleks serta melibatkan banyak pemangku kepentingan, seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Keuangan, dan lain-lain, serta meliputi berbagai aspek/bidang, seperti mesin/peralatan, lahan, infrastruktur, produktivitas lahan, permodalan, sarana irigasi, dll.

Program restrukturisasi permesinan untuk meningkatkan kinerja bidang off-farm, harus dibarengi secara simultan pelaksanaan intensifikasi lahan untuk meningkatkan kinerja bidang on-farm. Peningkatan kinerja bidang off-farm melalui restrukturisasi permesinan, tidak akan dapat diukur kalau tidak diikuti dengan peningkatan suplai bahan baku tebu secara seimbang.

Selain industri TPT dan alas kaki, Kementerian Perindustrian juga menerapkan Program Revitalisasi Industri Gula Nasional. Program ini dilakukan melalui perbaikan mesin dan peralatan industri gula existing (baik milik BUMN maupun swasta), menambah kapasitas terpasang untuk memperbesar volume produksi, serta pembangunan perkebunan tebu dan pabrik gula baru.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai target swasembada gula tahun 2014. Pada tahun itu, produksi gula di dalam negeri ditargetkan mencapai 5,7 juta ton sehingga mampu memnuhi kebutuhan gula nasional.

Untuk tahun 2012 ini, Kementerian Perindustrian telah menganggarkan dana sebesar Rp 218,73 Miliar untuk program revitalisasi industri gula nasional.

Agar target swasembada gula bisa tercapai, diperlukan adanya dukungan dari instansi pemerintah lainnya. Mengingat revitalisasi industri gula nasional merupakan program besar dan kompleks serta melibatkan banyak pemangku kepentingan seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Keuangan, dan lain-lain, serta meliputi berbagai aspek/bidang,seperti mesin/peralatan, lahan, insfrastruktur, produktivitas lahan, permodalan, serta  sarana irigasi.

Program restrukturisasi permesinan untuk meningkatkan kinerja bidang off-farm, harus dibarengi secara simultan pelaksanaan intensifikasi lahan untuk meningkatkan kinerja bidang on-farm.Peningkatan kinerja bidang off-farm  melalui restrukturisasi permesinan, tidak akakn dapat diukur kalau tidak diikuti dengan peningkatan suplai bahan baku secara seimbang.

Terkait soal penyediaan lahan, Menteri Perindustrian MS. Hidayat menjelaskan, dalam revitaslisasi pabrik gula dibutuhkan lahan seluas 400ribu hektare untuk pengembangan industri gula nasional.Untuk itu, Kementerian Perindustrian  akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Menperin mengaku saat ini telah ada beberapa investor nasional yang siap menginvestasikan dana untuk membangun pabrik gula di atas lahan seluar 200 hektare. 
Share:

Twitter