BERITA INDUSTRI

Ekspor Mobil Siap Melaju


Sumber: Bisnis Indonesia (13/02/2019)


JAKARTA - Ekspor mobil dalam keadaan utuh diyakini bakal meningkat setelah pemerintah menyederhanakan prosedur bagi para eksportir melalui Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor 1/BC/2019 tentang Tata Laksana Ekspor Kendaraan Bermotor Dalam Bentuk Jadi.


Dengan kehadiran beleid yang berlaku sejak 11 Februari 2019 tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengestimasi terjadi penurunan average stock level manufaktur mobil sebesar 36% sehingga eksportir dapat lebih efisien dari sisi biaya penumpukan gudang.


Selain itu, penyederhanaan prosedur juga dapat menurunkan biaya dari kebutuhan jasa trucking untuk pengangkutan sebesar 19% per tahun.


"Dengan mekanisme ini, biaya logistik dari storage dan handling mobil ekspor akan turun Rp600.000 per unit. Untuk biaya truk, bisa menghemat Rp150.000 per mobil yang diangkut. Total efisiensinya bisa mencapai Rp750.000 per unit mobil,” ujarnya, Selasa (12/2).


Dengan asumsi ini, dia memperkirakan penghematan biaya yang didapat lima pabrikan eksportir mobil utuh terbesar di Indonesia mencapai Rp314,4 miliar per tahun. "Jadi kalau keuntungan mereka naik, penerimaan pajak juga bertambah.”


Adapun, penyesuaian aturan tersebut secara umum mengubah tiga ketentuan bagi eksportir mobil dalam keadaan utuh (completely built up/CBU).


Pertama, mobil utuh yang hendak diekspor dapat terlebih dahulu masuk ke dalam tempat pemuatan kawasan pabeanan, sebelum mengajukan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB). Kedua, mobil utuh yang sudah berada di dalam kawasan pabean tidak lagi memerlukan dokumen Nota Pelayanan Ekspor (NPE). Ketiga, perbaikan atas jumlah dan jenis barang dapat dilakukan paling lambat 3 hari sejak keberangkatan kapal.


Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menargetkan ekspor mobil CBU mencapai 400.000 unit pada tahun ini, atau naik 51,2% secara tahunan.


Bob Azam, Director Administration, Corporate & External Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, menyambut positif beleid ini karena akan menghemat biaya ekspor. Pada tahun ini, ekspor mobil CBU Toyota diproyeksikan naik 5% dari tahun lalu sebanyak 206.600 unit.


Indra Hidayat Sani, Direktur Operasi PT Indonesia Kendaran Terminal Tbk. selaku penyedia tempat penumpukan sementara ekspor mobil CBU mengatakan, beleid itu bakal mendongkrak volume kendaraan yang masuk menjadi 21.000 unit per bulan, dari sebelumnya 12.000 unit per bulan. (Puput A. Sukarno)



Share:

Twitter

Penghargaan Industri Hijau Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM