BERITA INDUSTRI

Penjualan Wadimor Naik


Sumber: Bisnis Indonesia (12/02/2019)


BATANG - PT Sukorejo Indah Textile (Sukorintex), produsen sarung merek Wadimor, mencatatkan pertumbuhan penjualan 30% sepanjang 2018 dan diperkirakan akan meningkat pada tahun ini.


Direktur Sukorintex Taher Ba’agil mengatakan pertumbuhan penjualan itu didorong oleh inovasi produk.


Menurutnya, inovasi tersebut berupa penciptaan produk yang beragam dan berkelanjutan. Dia mengklaim warna dan corak baru yang diproduksi berpengaruh signifikan pada permintaan produk Wadimor.


"Kalau saya lihat, peningkatan [pada 2018] dari yang kemarin [2017] itu 30%, tahun ini diperkirakan lebih,” ujar Taher kepada Bisnis, Senin (11/2).


Keragaman produk tersebut, katanya, membuat Wadimor diterima di pasar mancanegara. Saat ini, hampir 75% produk Wadimor diserap di dalam negeri sedangkan sisanya diekspor.


"Ekspor ke Malaysia, Dubai, Yaman, Afghanistan. Ada ke Myanmar tetapi kecil,” ujar Taher.


Pengembangan kapasitas produksi dinilai Taher dapat dilakukan dengan fleksibel, sesuai kondisi permintaan pasar. Adapun, saat ini Sukorintex memiliki kapasitas produksi 1,26 juta kodi per tahun atau setara 25,2 juta lembar sarung per tahun.


Sukorintex tercatat memiliki tenaga kerja sebanyak 3.074 orang dengan komposisi 1.810 orang laki-laki dan 1.264 perempuan. Dari jumlah tersebut, 85% di antaranya merupakan masyarakat Kecamatan Kandeman yang berada di sekitar lokasi pabrik.


Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan industri sarung merupakan salah satu industri yang diproteksi pemerintah sehingga investasi asing tidak dapat masuk.


Hal tersebut, menurut Airlangga, dapat menjadi peluang bagi industri untuk terus berkembang. Terlebih saat ini industri tekstil dan produk tekstil termasuk salah satu sektor industri prioritas dalam pengembangan industri 4.0. (Wibi Pangestu Pratama)



Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM