BERITA INDUSTRI

Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil Bisa Naik


Sumber: Pikiran Rakyat (06/02/2019)

Kementerian Perindustrian menargetkan pertumbuhan ekspor tekstil dan produk tekstil bisa mencapai 15 miliar dolar AS pada 2019. Peningkatan ekspor tersebut diharapkan menjadikan industri TPT menjadi sektor yang bisa menyerap tenaga kerja hingga 3,11 juta orang. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, sektor tekstil merupakan salah satu penyangga pertumbuhan ekspor Indonesia. Pada Januari-Oktober 2018, jumlah ekspor industri TPT men-embus 11,12 miliar dolar AS atau naik 7,1% dari periode yang sama tahun sebelumnya. "Pertumbuhan ekspor Indonesia tidak lepas dari industri TPT. Industri ini juga merupakan sektor yang banyak menyerap tenaga kerja," ujar Airlangga di Jakarta, Minggu (3/2/2019).

Airlangga mengatakan, aktivitas industri senantiasa konsisten memberikan efek berantai yang luas bagi perekonomian baik di daerah maupun nasional. Misalnya, peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa negara. Hal ini tidak terlepas dari peran peningkatan investasi sektor manufaktur.

"Bahkan, dengan industri 4.0, akan mewujudkan pembukaan lapangan kerja baru 10 juta orang pada tahun 2030. Selain itu, diiringi dengan pertumbuhan ekonomi 1-2%," ujarnya. Pada 2019, pemerintah menargetkan ekspor nonmigas tumbuh 7,5%. Proyeksi tersebut mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi global 3,7%.

Airlangga mengatakan, Kementerian Perindustrian akan fokus memacu kinerja ekspor di lima sektor industri yang mendapatkan prioritas pengembangan sesuai peta jalan making Indonesia 4.0. Lima sektor itu yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronika, serta kimia.

"Sebab, lima kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi 65% terhadap total nilai ekspor nasional. Selain itu, bisa menyumbang 60% untuk PDB dan 60% tenaga kerja industri ada di lima sektor tersebut," ujarnya.

Adapun tiga pasar ekspor utama yakni Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok. Penetrasi pasar ekspor ke negara-negara nontradisional juga dilakukan seperti ke Bangladesh, Turki, Selandia Baru, Myanmar, dan Kanada. "Meski demikian, diharapkan ada perbaikan ekonomi global sehingga bisa mendorong ekspor nonmigas lebih tinggi lagi tahun 2019. Pemerintah juga menargetkan segera merampungkan 12 perjanjian dagang baru pada tahun ini," ujar dia. (Tia Dwitiani Komalasari)***

 

 
Share:

Twitter

Penghargaan Industri Hijau Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM