BERITA INDUSTRI

Sat Nusapersda Investasi Rp 300 M


Sumber: Investor Daily (04/02/2019)

JAKARTA – PT Sat Nusapersada Tbk menjalin kemitraan dengan perusahaan asal Taiwan, Pegatron Corp, untuk memproduksi perangkat broadband dan smarthome yang akan dipasok pasar ke Amerika Serikat (AS). Perseroan mengucurkan investasi Rp 300 miliar untuk membangun gedung enam lantai, tiga SMT lines, dan 11 final assembly lines, dengan total kapasitas 10 juta unit per tahun.

Sat Nusapersada memproduksi smarthome router berkecepatan tinggi. Adapun potensi total nilai ekspor produk ini mencapai US$ 600 juta per tahun serta dapat membuka lapangan kerja baru hingga 2.000 orang.

Smarthome router Sat Nusapersada merupakan router dengan teknologi fast router wireless wave 2 dengan kecepatan transfer data mencapai 100 kali lebih cepat dibandingkan wireless type-G. Produk tersebut dapat mendukung terwujudnya koneksi smarthome yang membutuhkan bandwith data yang tinggi.

Dirut Sat Nusapersada Abidin menyampaikan, perseroan bertekad menjadi salah satu manufaktur smartphone terbesar di Indonesia. Hingga saat ini, perseroan telah memproduksi berbagai merek smartphone ternama di dunia, seperti Asus, Xiaomi, Huawei, Honor dan Nokia yang dipasarkan di Indonesia, serta sisanya diekspor ke India, Jerman, dan Prancis.

“Jadi, kami berharap, produk kami menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, karena tertera tulisan made in Indonesia,” ungkap dia dalam keterangan resmi, Minggu (3/2).

Abidin meminta pemerintah agar  dapat menerapkan kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tidak hanya dikenakan pada produk smartphone, namun juga produk-produk seperti laptop, TV, kulkas, AC, dan produk elektronik

lainnya.

“Hal tersebut tentu akan dapat menghidupkan produsen dalam negeri, mengurangi impor, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan negara,” imbuh dia.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menerangkan, industri elektronika nasional terus menunjukkan daya saing yang semakin kompetitif di kancah global.

Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, sektor ini mampu diandalkan untuk memacu ekspor, sehingga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah telah menetapkan industri elektronika sebagai salah satu sektor manufaktur yang diprioritaskan memasuki era industri 4.0,” kata dia.

Menperin menegaskan, pihaknya mengakselerasi pengembangan industri elektronika di Tanah Air. Fokusnya antara lain industri elektronika di Indonesia dapat mengurangiketergantungan terhadap bahan baku atau komponen impor.

Untuk itu, diharapkan produsen elektronika seperti PT. Sat Nusapersada dapat terus memperbanyak produk-produk berteknologi tinggi yang diproduksi di Indonesia dan menerapkan industri 4.0 sehingga menjadi pendorong bagi Indonesia

untuk mewujudkan konsep Smart City di Indonesia.

“Kami sedang memacu industri elektronika dalam negeri agar tidak hanya terkonsentrasi pada perakitan, tetapi juga terlibat dalam rantai nilai yang bernilai tambah tinggi,” ungkap dia. (leo)

 

 
Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM