BERITA INDUSTRI

SMK dan Industri Siap Berkolaborasi


Sumber: Bisnis Indonesia (01/02/2019)


SURABAYA — Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian memproyeksikan sekitar 300 SMK dan 60 industri di Jawa Timur dapat berkolaborasi dalam program vokasi industri pada tahun ini.


Direktur Jenderal IKM dan Aneka, Gati Wibawaningsih mengatakan dalam merealisasikan program vokasi industri tersebut Kemenperin perlu mengumpulkan berbagai informasi kebutuhan peningkatan kapasitas tenaga kerja.


“Kali ini kami bertemu dengan 30 pengusaha di Jatim untuk menggali informasi, sebetulnya tenaga kerja yang seperti apa yang dibutuhkan para industri, sehingga ketika siswa SMK lulus, mereka bisa langsung bekerja tanpa perlu ikut pelatihan lagi di BLK,” jelasnya di sela-sela Diskusi Program Vokasi, Rabu malam (30/1).


Dia mengungkapkan, selama ini banyak pelaku usaha yang mengeluh akan kualitas tenaga kerjanya. Di samping itu, ada tuntutan peningkatan upah pekerja setiap tahun yang tidak diimbangi dengan peningkatan skill para pekerja.


“Harapannya dengan mengetahui kebutuhan industri, maka pendidikan vokasi akan ditambah kurikulum yang sesuai dengan jurusan dan sesuai kebutuhan industri,” imbuhnya.


Gati menambahkan, saran dari pelaku industri yang bersifat umum nantinya akan masuk dalam kurikulum SMK dan saran yang bersifat khusus akan dimasukkan ke dalam program pelatihan intens.


“Berdasarkan informasi yang kami dapat dari pengusaha ini, ternyata kebanyakan yang paling dibutuhan oleh industri adalah attitude para pekerja. Jadi nanti soal attitude ini bisa diusulkan ke Mendikbud mengingat kompetensi attitude ini diperoleh calon pekerja hanya 2 jam dalam semingu,” imbuhnya.


Adapun terdapat 34 kompetensi yang telah diselaraskan dalam program vokasi industri ini, di antaranya seperti teknik kendaraan ringan, teknik mesin, instalasi listrik, teknik pengelasan, kimia industri, kimia analisis, otomasi industri, konstruksi kapal baja, teknik alat berat, pengecoran logam, perbaikan bodi otomotif, dan kelistrikan kapal.


Kompetensi lain yang diselarasan yakni teknik pembuatan benang, pembuatan kain, penyempurnaan tekstil, produksi pakaian jadi atau garmen, teknik furnitur, gambar mesin, fabrikasi logam, proses pengawasan, elektronika komunikasi, manajemen pergudangan, dan pelayanan produksi. (Peni Widarti)



Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM