BERITA INDUSTRI

Pemerintah Dorong Kendaraan Energi Hijau


Sumber: Bisnis Indonesia (01/02/2019)


JAKARTA — Selain kendaraan listrik, pemerintah mendorong produk otomotif berbahan bakar ramah lingkungan lain (green fuel) dengan menyajikan insentif meski jumlahnya lebih sedikit.


Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto mengatakan, pemerintah terbuka pada perkembangan teknologi, seperti kendaraan listrik dan produk otomotif dengan bahan bakar terbarukan, seperti minyak sawit.


“Kami tidak membatasi hanya satu teknologi, tetapi kami perluas. Sebagai informasi, kami juga mendorong teknologi yang memanfaatkan biofuel,” ujarnya, baru-baru ini.


Harjanto menjelaskan, biofuel dan kendaraan listrik menjadi alternatif untuk mengatasi masalah impor bahan bakar minyak (BBM) dan diarahkan untuk mengatasi isu lingkungan. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan, secara global terjadi kompetisi antara mobil listrik dan kendaraan green fuel.


Menurutnya, pengembangan green fuel di Indonesia tidak membutuhkan biaya besar dibandingkan dengan kendaraan listrik. “Green fuel engine atau flexi engine yang biayanya lebih murah, dan infrastruktur yang sekarang seperti pompa bensin itu bisa digunakan.


Selain itu, kendaraan yang sekarang juga bisa digunakan.” Putu menjelaskan, selain minyak sawit(CPO), Indonesia juga memiliki etanol dari tebu yang belum dioptimalkan.


Pemerintah klaimnya, mengikuti tren pasar dan produsen otomotif bisa menjadi pencipta tren mobil green fuel. Dia menyebutkan, pemerintah tengah menyiapkan insentif green fuel melalui program low carbon emission vehicle (LCEV). Insentif ini akan lebih rendah dibandingkan dengan kendaraan listrik.


“Kalau dikasih sama dikhawatirkan itu jadi predator [kendaraan listrik].” GM Sales Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Yohanes Pratama mengatakan, IAMI mendukung green fuel ataupun standar Euro 4 menggunakan Biodiesel 20% (B20).


Isuzu, katanya, telah mengembangkan mesin common rail sejak 10 tahun terakhir dan telah teruji tanpa masalah pada mesin ketika mengonsumsi B20. (Thomas Mola)



Share:

Twitter

Penghargaan Industri Hijau Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM