BERITA INDUSTRI

Ekspor Furnitur Diproyeksi Naik 48%


Sumber: Bisnis Indonesia (05/11/2018)


CIREBON - Kementerian Perindustrian memperkirakan nilai ekspor produk furnitur dapat mencapai US$4 miliar pada tahun depan, meningkat 42% dibandingkan dengan target pada tahun ini sebesar US$2,8 miliar.


Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengharapkan pengembangan produk furnitur harus terus ditingkatkan, salah satunya adalah produk-produk berbahan rotan yang dinilai merupakan suatu terobosan.


Dia menyebutkan industri furnitur memiliki peluang untuk terus berkembang karena permintaan yang tinggi dari pasar dunia. "Kalau bisa target ekspornya mencapai US$4 miliar [tahun depan untuk furnitur dan kerajinan],” katanya, Sabtu (2/11).


Menurut data Kementerian Perindustrian, nilai ekspor industri furnitur relatif stagnan. Pada 2015, ekspor produk ini mencapai US$1,71 miliar dan kemudian menurun pada 2016 menjadi US$1,61 miliar. Sementara itu, pada tahun lalu nilainya naik tipis menjadi US$1,63 miliar.


Sementara itu, hingga September 2018, nilai ekspor produk furnitur dan kerajinan, berdasarkan catatan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), hanya mencapai US$1,3 miliar.


Padahal, HIMKI menargetkan dapat membukukan ekspor furnitur sedikitnya US$1,9 miliar pada tahun ini. Sementara itu, Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor furnitur dapat mencapai US$2,8 miliar pada tahun ini.


Kinerja ekspor furnitur juga masih relatif kecil dibandingkan dengan potensi bahan baku yang ada. Pada masa awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, pemerintah menargetkan industri mebel dan kerajinan dapat membukukan ekspor hingga US$5 miliar. Terkait dengan pengembangan produk furnitur berbahan rotan, Airlangga mengatakan Indonesia merupakan penghasil 85% bahan baku rotan dunia.


Daerah penghasil rotan juga tersebar, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, hingga Sumatra. Bahkan, terdapat 306 jenis rotan yang tumbuh di negeri ini. Dari jumlah ini, baru 51 jenis rotan yang dimanfaatkan untuk menghasilkan nilai tambah. (Anggara Pernando)



Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM