BERITA INDUSTRI

Devisa Industri Tekstil Bisa Mencapai US$ 14 Miliar


Sumber: Kontan Harian (20/09/2018)


JAKARTA. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan devisa dari ekspor pada tahun ini. Sepanjang Januari hingga Juli 2018, nilai pengapalan produk TPT Indonesia sudah mencapai US$ 7,74 miliar dan ditargetkan hingga akhir tahun ini bisa menembus level US$ 14 miliar.


Ketika mengunjungi UPT Tekstil di Kabupaten Majalaya, Bandung, Jawa Barat kemarin, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan ekspor di industri TPT dapat ditingkatkan seiring selesainya skema perjanjian kerjasama ekonomi yang komprehensif antara Indonesia dan Australia (IA-CEPA).


Di hadapan 100 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor pertekstilan dari wilayah Bandung dan sekitarnya, Menperin menjelaskan bea masuk produk tekstil dan pakaian Indonesia ke Australia akan dihapuskan atau menjadi 0%. Kebijakan bilateral tersebut bakal ditandatangani pada akhir tahun ini.


"Melalui IA-CEPA, seluruh produk Indonesia yang diekspor ke Australia, bea masuknya 0%. Termasuk produk TPT, yang sebelumnya dikenakan tarif 10% hingga 20%. Artinya, kemitraan strategis ini merupakan peluang bagi kita untuk memperluas pasar ekspor," papar Airlangga dalam keterangan pers, Rabu (19/9).


Pemerintah Indonesia juga berupaya merampungkan perundingan free trade agreement (FTA) dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat. Kami terus mendorong ekspor untuk tiga produk manufaktur unggulan Indonesia, yakni pakaian, tekstil dan sepatu, lanjut Airlangga.


Menperin optimistis industri TPT nasional memiliki daya saing global. Sebab, sektor ini sudah terhubung dari hulu hingga hilir dan memiliki kualitas bagus di pasar internasional. "Untuk mendongkrak produktivitas dan daya saing, kami juga memfasilitasi peremajaan mesin dan peralatan industri TPT," ujar Airlangga.


Eldo Christoffel Rafael



Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM