BERITA INDUSTRI

Rupiah Melemah, Harga Bahan Baku TPT Naik 15%


Sumber: Investor Daily (19/09/2018)


MAJALAYA – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu penyebab kenaikan harga bahan baku industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Dia berjanji akan mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut.


Dia mengatakan, dari struktur biaya industri TPT, sebanyak 46-64% merupakan biaya bahan baku, sehingga peningkatan harga bahan baku berdampak signifikan terhadap harga pokok produksi. Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu, seperti kapas, poliester, dan rayon berkisar 10-15%.


“Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan berusaha mencari solusi melalui dialog dengan asosiasi industri di sektor hulu dan juga hilir,” kata Airlangga saat memberi sambutan di depan komunitas TPT di Majalaya, Jawa Barat, Selasa (18/9).


Dia menyarankan para pelaku industri TPT untuk membidik pasar ekspor agar terjadi lindung nilai alami (natural hedging). Ini akan mengonversi dolar impor menjadi dilar ekspor. Selain itu, dia mengusulkan komunitas TPT untuk lebih banyak memproduksi sarung. “Banyak orang yang menggunakan sarung saat ini, sarung akan menjadi new life style,” seloroh Airlangga.


Meski terjadi kenaikan bahan baku, dia meyakini konsumsi TPT terus meningkat, seiring pertumbuhan penduduk dan perubahan gaya hidup. Dalam memanfaatkan peluang ini, kata Airlangga, pelaku usaha TPT nasional harus bekerja keras untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan efisiensi.


Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan penerapan teknologi yang lebih modern dengan tingkat efisiensi dan produktivitas tinggi, serta peningkatan kemampuan SDM yang kompetitif.


Dia menerangkan, Kemenperin terus berupaya mendorong pertumbuhan industri TPT, khususnya di Majalaya. Wilayah ini sangat prospektif, terutama untuk menopang kebutuhan industri dalam negeri. Adalah tantangan bagi pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri TPT di Majalaya.


“Berbagai upaya yang telah kami lakukan antara lain fasilitasi mesin/peralatan, peningkatan pelayanan UPT, bimbingan teknis dan juga promosi produk IKM TPT Majalaya,” kata Airlangga. (leo)



Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM