BERITA INDUSTRI

Kondisi Industri Manufaktur Masih Positif


Sumber: Kontan Harian (06/06/2018)

JAKARTA. Di tengah gejolak perang dagang yang masih memanas antara Amerika Serikat (AS) dan China, industri manufaktur dalam negeri diperkirakan masih dapat tumbuh positif. Oleh karenanya, ketergantungan terhadap bahan baku impor harus segera diminimalkan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindustrian (Kemperin) Haris Munandar mengatakan, saat ini, komposisi bahan baku dan bahan penolong sektor industri mayoritas didatangkan dari luar impor. Komposisinya dapat mencapai 75%.

Selain itu, Kemperin terus berupaya mendorong mempercepat kinerja ekspor. "Orientasi kami saat ini, bisa menghambat impor terkait produk jadi, kata Haris dalam siaran pers, Selasa (5/6).

Selain jaminan ketersedian bahan baku dan regulasi, industri harus mampu berinovasi agar tidak terlalu dibanjiri impor. Industri harus siap berkompetisi dengan importir untuk mengurangi ketergantungan impor. Kompetisi ini dinilai efektif untuk mengurangi angka impor sekaligus meningkatkan kualitas barang dalam negeri.

Menurut Haris, keberadaan industri manufaktur masih menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan industri manufaktur juga mendorong peluang lapangan kerja baru sehingga menciptakan multiplier effect serta mempercepat produk domestik regional bruto di daerah-daerah, ujar Haris.

Handoyo

Share:

Twitter

Indonesia Industrial Summit 2018