BERITA INDUSTRI

Krakatau Nippon Steel Sumikin Incar Produksi 480.000 Ton


Sumber: Bisnis Indonesia (30/05/2018)

JAKARTA — PT Krakatau Nippon Steel Sumikin menargetkan kapasitas produksi perusahaan sebesar 480.000 ton per tahun akan tercapai pada tahun kedua.

Direktur Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) Djoko Muljono menyampaikan pihaknya telah menjalin komitmen dengan beberapa produsen otomotif nasional. Meski begitu, pada tahap awal pihaknya memperkirakan baru akan menggunakan kapasitas sebesar 30%.

“Kami harap dalam 2 tahun [produksi] bisa full kapasitas. Pada tahun pertama bisa 30% tergantung permintaan ATPM [agen tunggal pemegang merek],” kata Djoko di Kementerian Perindustrian, Senin (28/5).

Djoko mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan commissioning. Pengoperasian penuh KNSS ditargetkan dimulai pada semester II. Investasi yang ditanamkan dalam perusahaan patungan (JV) Nippon Steel and Sumitomo Metal Corporation dan PT Krakatau Steel Tbk (KS) ini mencapai US$300 juta. Adapun komposisi kepemilikan saham 80:20.

“Kami akan mengadakan opening ceremony KNSS pada 7 Agustus,” katanya. Djoko mengatakan pihaknya telah mendapatkan komitmen pembelian dari beberapa ATPM. Meski begitu, dia belum bersedia menyebutkan lebih detail mengenai produsen otomotif yang akan menggunakan bahan baku dari KNSS.

“Beberapa ATPM [sudah komitmen]. Tahapannya panjang karena mulai dari proses approval, tahapan ini yang kami ikuti, tapi alhamdulillah beberapa ATPM sudah bersedia menggunakan baja kami,” katanya.

Dari total produksi 480.000 ton per tahun, KNSS akan memproduksi baja cold rolled steel (CR), galvanizing steel (GI), dan galvannealing steel (GA). Baja jenis ini digunakan pada bagian badan mobil dan beberapa komponen otomotif tahan karat lainnya.

Pabrik KNSS ini akan menggunakan tiga model dalam memasok bahan baku. Model pertama bahan baku didatangkan dari Nippon Steel dari Jepang. Pasokan kedua, baja mentah diolah terlebih dahulu di Krakatau Steel (KS) setelah itu baru dimasukan ke KNSS. Adapun model ketiga, bahan baku KNSS menggunakan produk dari KS.

Sebelumnya, Haris Munandar, Sekjen Kementerian Perindustrian, mengatakan pemerintah terus memacu investasi di sektor logam dasar karena menjadi induk dari industri Selain itu, produksi industri logam dasar, seperti baja, masih belum memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Semua industri butuh produk logam dan Indonesia masih sangat kekurangan produk logam dasar, seperti baja untuk otomotif. Ini alasan mengapa harus didorong investasi,” ujarnya.

(Anggara Pernando)

Share:

Twitter

Indonesia Industrial Summit 2018