BERITA INDUSTRI

Petrogres Mulai Proses Prilling


Sumber: Bisnis Indonesia (22/05/2018)

SURABAYA — PT Petrokimia Gresik mulai menjalankan proses prilling produk Amurea (Ammonia-Urea) di proyek pabrik Ammonia-Urea II untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea yang semakin meningkat.

Direktur Utama Petrokimia Gresik (petrogres) Nugroho Christijanto mengatakan proyek Ammonia Urea II merupakan salah satu proyek strategis untuk meningkatkan peran PG dalam mendukung terwujudnya program ketahanan pangan nasional, serta kemajuan dunia pertanian Indonesia.

“Keberadaan pabrik ini akan memenuhi kebutuhan pupuk urea di Jatim yang masih kurang, selain itu juga untuk mengurangi ketergantungan bahan baku impor,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (21/5).

Prilling adalah bagian dari proses produksi pupuk yang membantu proses perubahan kristal menjadi butiran.

Nugroho menjelaskan saat ini kebutuhan pupuk urea di Jatim telah mencapai 1,2 juta ton per tahun. Adapun, kapasitas produksi urea milik petro gres hanya mencapai 460.000 ton per tahun.

Sementara itu, kebutuhan amoniak untuk petro gres mencapai 850.000 ton per tahun dan kapasitas pabrik amoniak PG eksisting hanya mencapai 445.000 ton per tahun.

“Karena bahan baku kurang, akhirnya kita harus impor. Dan kekurangan pupuk urea di Jatim juga didatangkan dari PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Kujang, dan PT Pupuk Pupuk Sriwidjaja,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pembangunan pabrik Amurea II tersebut telah berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) RI No. 2 tahun 2010 tentang Revitalisasi Industri Pupuk.

Tender proyek tersebut telah dimenangkan oleh konsorsium kontraktor asal China Wuhuan Engineering Co. Ltd bersama kontraktor nasional PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dengan nilai proyek mencapai Rp5,5 triliun.

Pabrik Amurea II ini terdiri dari pabrik amonia berkapasitas 660.000 ton per tahun dan pabrik urea berkapasitas 570.000 ton per tahun. Performa pabrik pupuk di Indonesia salah satunya ditentukan oleh harga gas.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menyatakan kapasitas produksi industri pengguna gas bakal meningkat apabila segera memperoleh harga gas yang lebih kompetitif.

Achmad Sigit Dwiwahjono, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin, mengatakan saat ini kapasitas produksi pabrik dari setiap sektor belum dimanfaatkan secara maksimal. utilisasinya hanya 62,5%. (Peni Widarti)

Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM