BERITA INDUSTRI

Kemenperin Percepat Pengembangan Mobil Listrik


Sumber: Kompas (22/05/2018)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus mengakselerasi pengembangan kendaraan emisi rendah karbon (low carbon emission vehicle/LCEV), termasuk kendaraan listrik.

Prinsipnya, dalam pengembangan kendaraan listrik, perlu ada tahapan tertentu yang dijalankan secara terpadu, sesuai peta jalan yang ditentukan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto mengatakan, jika industri dalam negeri tidak mulai mengembangkan LCEV, Indonesia nantinya hanya menjadi pengguna atau importir.

Harjanto menjelaskan, pengembangan LCEV juga bergantung regulasi atau payung hukum, infrastruktur pendukung, dan teknologi. “Selain itu, perlu kesiapan untuk keberlanjutan industri, dampak lingkungan, dandampak sosial,” kata Harjanto belum lama ini.

Kemenperin, menur ut Harjanto, juga melakukan harmonisasi pengembangan industri otomotif dengan roadmap industri 4.0. Kemenperin memacu industri otomotif agar mampu menjadi sektor unggulan untuk ekspor ICE (internal combustion engine/mesin pembakaran dalam) dan EV (electric vehicle/kendaraan listrik).

Harjanto juga menekankan, pembangunan infrastruktur kendaraan listrik seperti charging stationmenjadi sangat penting. “Jangan sampai ketika sudah bicara otomotif, ternyata infrastrukturnya belum siap. Jadi, kami berharap nanti masyarakat pakai kendaraan listrik dengan mudah dan nyaman,” ujar dia.

Industri komponen baterai, menurut Harjantor, juga harus dipersiapkan, karena merupakan komponen utama dalam mobil listrik. Strategi lainnya untuk mendorong industri otomotif di Indonesia agar berinvestasi memproduksi kendaraan listrik, yakni melalui pemberian insentif.

Sementara itu, Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menyampaikan, pihaknya berkomitmen mendukung pemerintah untuk membangun industri mobil listrik dalam negeri. (ajg)

Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM