BERITA INDUSTRI

Insentif bagi Korporasi yang Investasi di Vokasi dan R&D


Sumber: Kontan Harian (17/5/2018)

JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemperin) mendorong agar insentif bagi industri yang melaksanakan program vokasi dapat terlaksana secepatnya. Saat ini keputusan kebijakan tersebut tengah menunggu beberapa kajian dari lembaga yang berwenang.

Ngakan Timur Antara, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemperin mengatakan, saat ini progres rencana itu telah sampai di meja Kementerian Keuangan (Kemkeu). Ia berharap, Kemkeu dapat memberikan insentif sesuai dengan usulan awal dunia industri. "Saat ini mereka masih lihat bagaimana detail dan mekanismenya, tapi pada dasarnya mereka setuju," ungkapnya kepada KONTAN, Rabu (16/5).

Kemperin optimistis, Kemkeu sepenuhnya bakal menyetujui usulan pemberian insentif perpajakan untuk industri yang melakukan investasi di sektor vokasi dan reearch and development (R&D). Namun, secara teknis seperti besaran persentase dan mekanisme pemberian insentif masih mengalami pendalaman. Sekadar informasi, Kemperin awalnya mengusulkan super deductible tax sebesar 200% untuk vokasi dan 300% untuk R&D.

Ngakan mengutarakan betapa Kemperin menitikberatkan pentingnya besaran insentif di atas 100%. "Supaya tidak kalah dengan negara lain. Kalau lebih rendah, investor bisa pindah ke negara lain. Mudah-mudahan finalnya sesuai usulan kami," sebutnya.

Ngakan juga menyebutkan pihaknya bersama Kemkeu juga masih membahas terkait pengawasan dan verifikasi kegiatan R&D. Sebelum memberikan insentif perpajakan, pemerintah perlu memastikan kegiatan suatu perusahaan sudah memenuhi persyaratan.

Menurutnya, harus ada lembaga yang melakukan assessment. "Mungkin kami dari Kemperin yang akan menilai bahwa kegiatan yang dilakukan perusahaan merupakan kegiatan R&D," jelasnya. Ia memperkirakan, regulasi insentif itu akan dirilis bulan ini.

Agung Hidayat

Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM