BERITA INDUSTRI

Tax Holiday Dorong Investasi Hulu


Sumber : Republika (11/04/2018)

JAKARTA—Aturan baru mengenai pemberian fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) atau tax holiday resmi berlaku. Pemerintah yakin insentif pajak ini dapat menarik banyak investasi.

Peraturan mengenai kebijakan bebas bayar pajak dalam periode tertentu ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35/PNK.010/2oi8 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan. Menurut PMK tersebut, wajib pajak (WP) badan yang melakukan penanaman modal baru pada industri pionir dapat memperoleh pengurangan PPh atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari kegiatan usaha utama yang dilakukan.

"Pengurangan pajak penghasilan badan sebagaimana dimaksud diberikan sebesar 100 persen dari jumlah PPh yang terutang," demikian salah satu bunyi Pasal 2 ayat (2) PMK tersebut seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Selasa (10/4). PMK telah ditandatangani Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 29 Maret 2018 dan telah diundangkan oleh Dirjen Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM Widodo Ekatjajana pada 4 April 2018.

Kementerian Perindustrian menyambut positif terbitnya PMK Nomor 35 Tahun 2018. Melalui implementasi kebijakan ini, dia optimistis pemerintah semakin mudah menarik investasi industri pionir di Indonesia serta memberikan kepastian dalam mendapatkan fasilitas tax holiday tersebut.

"Kami mendorong adanya fasilitas fiskal untuk sektor ekonomi secara luas seperti disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo, bahwa ekonomi Indonesia yang berbasis anggaran itu sekitar 15-20 persen dan 80 persen adalah pihak swasta," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Selasa (10/4).

Untuk meningkatkan kontribusi swasta dalam perekonomian nasional, iklim investasi sangat penting untuk ditingkatkan. Kemudahan serta insentif juga patut diperbaiki. "Investasi bisa masuk kalau pemerintah memberikan fasilitas fiskal seperti yang kami dorong, yaitu tax holiday," kata Airlangga.

 

Airlangga menjelaskan, beleid ini memperluas kelompokbidang usaha yang berhak mendapatkan insentif, terutama di sektor hulu, seperti industri logam, kimia, farmasi, dan petrokimia berbasis gasifikasi batu bara. Dengan adanya investasi di hulu, ujar dia, Indonesia akan lebih menghemat devisa melalui subtitusi impor sekaligus menghasilkan devisa bagi negara dari hasil produk ekspor.

Dia mengimbau perusahaan dan investor memanfaatkan secara optimal insentif yang diberikan pemerintah. Tujuannya agar dapat memperkuat struktur dan meningkatkan daya saing manufaktur nasional. "Jadi, dengan meminimalkan bahan baku impor sehingga penyerapan kepada bahan baku lokal semakin meningkat," ujarnya.

Perbedaan

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Ngakan Timur Antara menjelaskan, ada perbedaan mendasar pada PMK 39/20-18 dibandingkan.dengan aturan sebelumnya. Pertarna yaitu subjek penerima fasilitas tidak lagi harus wajib pajak (WP) baru. Oleh karena itu, WP lama masih dimungkinkan untuk mengajukan fasilitas tax holiday selama melakukan penanaman modal baru.

Selanjutnya, pengurangan-PPh badan berlaku tarif tetap, yaitu sebesar 100 persen selama 5-20 tahun yang ditentukan berdasarkan nilai investasinya. "Minimal lima tahun apabila investasi Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun dan maksimal 20 tahun jika nilai investasinya di atas Rp 30 triliun," ujarnya, Selasa.

Ngakan menambahkan, regulasi ini memberikan masa transisi selama dua tahun sebesar 50 persen dari PPh Badan setelah masa pemanfaatan berakhir. Selain itu, bidang usaha yang bisa mendapatkan fasilitas pembebasan pajak mengalami pening-atan dari semula delapan kelompok bidang usaha menjadi 17 kelompok bidang usaha.

Beberapa kelompok bidang usaha industri pionir tersebut yaitu, pertama industri logam dasar hulu, industri pemurnian atau pengilangan minyak dan gas bumi, industri petrokimia berbasis minyak bumi, gas alam, atau batu bara, industri kimia dasar anorganik, hingga industri pembuatan komponen utama kereta api.

Menurut Ngakan, pemilihan kelompok bidang usaha dalam aturan tax holiday yang hampir 90 persen merupakan kegiatan industri ini diharapkari memperkuat sektor hulu. Selain itu, memberikan multiplier effect yang besar terhadap tumbuhnya industri turunan.

Share:

Twitter

Indonesia Industrial Summit 2018