BERITA INDUSTRI

Kemenperin Pacu Industri TPT di Jawa Tengah


Sumber : Media Indonesia (09/04/2018)

Kementerian Perindustrian memacu pengembangan industri tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, serta furnitur di Jawa Tengah yang berbasis pada sektor padat karya berorientasi ekspor.

Berdasarkan data Dinas Perindustriandan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, nilai investasi industri manufaktur pada 2015 mencapai Rp10,7 triliun, dan ditargetkan naik 10 kali lipat menjadi Rp104,3 triliun pada 2035.

Selain itu, penyerapan tenaga kerja diprediksi meningkat, dari 3,2 juta orang pada 2015 menjadi 6,2 juta orang pada 2035. “Sektor-sektor tersebut memiliki kinerja yang cukup baik.

Apalagi, adanya Kawasan Industri Kendal, kami terus aktif untuk menarik investasi masuk,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai berdialog dengan mahasiswa Universitas Negeri Semarang, pekan lalu.

Guna mewujudkannya, salah satu yang akan berperan penting ialah kontribusi dari perusahaan-perusahaan baru yang beroperasi di Kawasan Industri Kendal.

Hingga Januari 2018, kawasan terintegrasi yang diresmikan sejak November 2016 itu telah menarik sebanyak 39 investor yang berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Tiongkok, dan Jepang.

Kawasan tersebut ditargetkan akan menyerap potensi investasi hingga Rp 200 triliun dan tenaga kerja sebanyak 500 ribu orang. Perusahaan-perusahaan yang telah berdiri di Kawasan Industri Kendal antara lain bergerak di sektor industri furnitur, makanan, kemasan makanan, baja, label printing, dan boneka.

Menperin juga mengungkapkan Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang menjadi tujuan utama para investor menanamkan modal untuk perluasan usaha. Beberapa waktu lalu, lanjut Airlangga, terjadi fenomena industri TPT di Jawa Barat merelokasi pabrik ke daerah lain, terutama ke Jawa Tengah. “Adanya ekspansi dan investasi baru, industri TPT di Boyolali mencari tenaga kerja lebih dari 5.000 orang,” imbuhnya.

Hal tersebut memperlihatkan pula bahwa industri TPT nasional pada 2017 mampu tumbuh 3,45%, melonjak tajam jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang minus 1%. Penyerapan tenaga kerja sebanyak 3,58 juta orang atau menyumbang 21,2% dari total tenaga kerja industri manufaktur.

Share:

Twitter

Indonesia Industrial Summit 2018