BERITA INDUSTRI

Indonesia Gandeng Korsel Kembangkan Industri Baterai


Sumber : Investor Daily (02/04/2018)

JAKARTA – Indonesia akan bekerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) untukmengembangkan industri baterai kendaraan listrik berbasis nikel dan kobalt. Proyek pengembangan industri baterai tersebut akan dilakukan PT Aneka Tambang Tbk dan Posco Energy.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto mengatakan, Indonesia memiliki suplai nikel dan kobalt yang besar untuk bahan baku baterai tersebut.

Posco Energy pun tengah melakukan riset dan pengembangan di negerinya, sebelum teknologi tersebut dibawa ke Indonesia. “Tahun ini diharapkan riset mereka selesai dan bisa masuk proses produksi. Mulai masuk ke Indonesia belum tahu kapan, tapi mitranya rencananya adalah Antam,” kata Harjanto, baru-baru ini. Baterai berbasis nikel dan kobalt, menurut dia, lebih memungkinkan untuk dikembangkan di Indonesia, dibandingkan lithium.

“Kalau lithium kan ketersediaannya terbatas. Dan kalau semua orang mengembangkan ke sana, nanti harganya mahal dan tidak ada alternatif,” ujar dia. Keberadaan industri baterai, jelas Harjanto, sangat penting, terutama jika pemerintah ingin mengembangkan kendaraan listrik.

Hal ini harus segera dilakukan jika Indonesia tidak ingin hanyamenjadi importir. “Kami akan lihat teknologinya seperti apa. Lithium, kalau semua orang pakai itu kemudian harganya naik bagaimana?

Nanti akan mahal, jadinya tidak terjangkau, belum lagi masalah lingkungan. Makanya, kenapa kami mendorong adanya industri baterai, karena itu kunci dari pengembangan mobil listrik. Kalau semua diimpor, nanti berat juga buat indonesia. Kita hanya akan jadi importir, maksimal perakitan,” papar Harjanto.

Dia menekankan, Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar untuk mendukung pengembangan kendaraan ramah lingkungan, termasuk listrik. “Mobil listrikkan tidak hanya baterai saja, plug in hybrid juga listrik. Karena dia bisa di plug in, bisa pakai biofuel, jadi bisa double. Industri kan tidak hanya sekedar menggunakan barangnya, tapi bagaimana membangun rantai pasok dan nilai tambahnya,” jelas dia.

Share:

Twitter

Indonesia Industrial Summit 2018