BERITA INDUSTRI

Kawasan Industri Topang Pertumbuhan Manufaktur


Sumber : Investor Daily (22/03/2018)


JAKARTA – Kawasan industri (KI) diharapkan dapat menopang pertumbuhan inudstri manufaktur yang tahun ini ditargetkan mencapai 5,67%. KI berperan dalam menyediakan infrastruktur bagi perusahaan manufaktur untuk memacu produktivitas, lokasi investasi baru, dan perluasan usaha.


Saat ini, banyak KI, terutama di Jawa yang fokus mengembangkan sektor manufaktur. Contohnya, PT Jababeka Tbk yang menyiapkan 80 hektare (ha) lahan untuk 80 pabrik di wilayah Kendal, Jawa Barat.


Perseroan juga memiliki proyek di Cikarang, Jawa Barat, yang dikembangkan sebagai kawasan industri manufaktur elektronik dan otomotif.


Di Banten, terdapat KI Modern Cikande, yang diharapkan dapat menjadi salah satu kawasan pengembangan industri manufaktur, seperti baja, kimia, dan makanan.


Ada pula investor global yang membangun kota industri Karawang New Industry City (KNIC) dan menyiapkan klaster industri manufaktur, seperti material konstruksi (construction material), layanan logistik (logistics), dan fast moving consumer goods/food.


Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Haris Munandar menyatakan, KI menjadi salah satu kunci terciptanya peningkatan produktivitas industri, sehingga dapat bersaing dalam skala nasional maupun global.


“Industri kalaumemiliki sistem yang baik mampu berdaya saing yang tinggi,” ujar Haris di Jakarta, Rabu (21/3).


Dia menuturkan, tahun ini, manufaktur masih akan menjadi penyokong utama per tumbuhan ekonomi nasional. Ada tujuh sektor unggulan manufaktur, yaitu logam dasar, makanan-minuman, alat angkutan, mesin dan perlengkapan, kimia, farmasi, serta elektronik.


Seluruh sektor ini juga diyakini akan mendatangkan investasi yang sangat besar. Haris menegaskan, tujuh sektor unggulan tersebut akanmenjadi fokus Kemenperin dalam meningkatkan pertumbuhan industri di Indonesia.


Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang 2017, ekonomi Indonesia tumbuh 5,07%, dengan nilai produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku Rp 13.588,8 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor manufaktur menyumbangkan PDB Rp 2.739,4 triliun.


Menurut dia, laju pertumbuhan industri manufaktur juga mendorong peluang lapangan kerja baru, sehingga menciptakan efek berantai serta mempercepat peningkatan pendapatan daerah dan pemerataan ekonomi.


“Kami menargetkan penyerapan tenaga kerja hingga 600 ribu orang per tahun di sektor ini, di mana 63% masih terkonsentrasi di Pulau Jawa,” tegas dia. (ac)



Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM