BERITA INDUSTRI

Industri Didorong Serap Garam Lokal


Sumber : Investor Daily (22/03/2018)


JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta perusahaan manufaktur menyerap garam industri dari petani lokal. Saat ini, produksi garam industri lokal mencapai 654 ribu ton dan bisa digunakan untuk kebutuhan industri.


Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengakui, jumlah ini tidakmencukupi kebutuhan industri sebanyak 3,7 juta ton tahun ini. Namun, garam industri lokal tetapi bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.


“Penyerapan garam lokal akan menyejahterakan petani lokal,” kata dia di Jakarta, belum lama ini.


Di sisi lain, Kemenperin menerbitkan rekomendasi impor garam industri sebanyak 670 ribu ton untuk 27 perusahaan di industri kertas, farmasi, serta makanan danminuman (mamin) olahan.


Garam impor ini akan masuk mulai April 2018. Sebelumnya, rekomendasi impor garam dirilis oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).


Namun, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengendalian Impor Komoditas Perikanan danKomoditas Pergaraman sebagai Bahan Baku dan Bahan Penolong Industri, rekomendasi impor garamdirilis Kemenperin.


“Surat rekomendasi impor sudah keluar. Untuk sementara, kebutuhan impor garam mencapai 670 ribu ton,” ujar Sigit.


Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mengatakan, kebutuhan garam industri di Indonesia terus meningkat karena kenaikan produksi industri pengguna. (dho)



Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM