BERITA INDUSTRI

Suplai Susu Segar Domestik akan Naik 41%


Sumber : Investor Daily (08/03/2018)


BLITAR – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menargetkan suplai bahan baku susu segar dari dalam negeri bisa meningkat dari 23% menjadi 41% pada 2022. Untuk itu, pemerintah terus mendorong program kemitraan antara industri pengolahan susu dengan peternak sapi perah modern terintegrasi.


“Saat ini, Kementerian Perindustrian aktif melakukan koordinasi dengan Kemenko Perekonomian, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka mancapai target tersebut,” kata Airlangga Hartarto, kemarin.


Airlangga mengungkapkan hal tersebut saat meresmikan Peternakan Sapi Perah Greenfields yang Kedua di Desa Wlingi, Blitar, Jawa Timur, Selasa (6/3).


Saat ini, terdapat lebih dari 60 industri pengolahan susu yang beroperasi di Indonesia, tetapi hanya 14 perusahaan yang bermitra dengan peternak dan menyerap susu segar di dalam negeri.


Pada 2016, kebutuhan bahan baku susu segar dalamnegeri untuk industri pengolahan susumencapai 3,7 juta ton atau setara susu segar.


Namun demikian, pasokan bahan susu segar dalam negeri hanya sebesar 852 ribu ton atau 23% dan sisanya masih harus impor yang mencapai sekitar 2,8 juta ton atau 77% dalam bentuk skim milk powder dari berbagai negara, seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.


“Tingginya ketergantungan bahan baku susu impor ini merupakan hal yang harus diantisipasi oleh pihak-pihak terkait dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi denganmenggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik,” jelasnya.


Dia menambahkan, industri pengolahan susu mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan ke depan karena menyangkut pemenuhan kebutuhan primermanusia.


Karena itu, program kemitraan diharapkan bisa menyelesaikan beberapa masalah yang selama ini berkontribusi terhadap industri pengolahan susu dalam negeri, seperti mayoritas susu yang dihasilkan khususnya oleh peternak sapi perah rakyat yang kualitasnya masih rendah yakni dengan cemaran tinggi dan kandungan padatan rendah.


Dari sisi harga, saat ini harga susu segar di tingkat peternak juga masih belum menarik bagi mereka, sehingga hal itu memicu banyaknya pemotongan sapi perah. (ros)



Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM