BERITA INDUSTRI

Pabrik Kabel Serat Optik Hemat Devisa US$ 500 Juta


Sumber: Investor Daily (01/03/2018)


JAKARTA – Beroperasinya pabrik kabel serat optik milik PT Yangtse Optics Indonesia (YOI) dengan kapasitas produksi 2 juta kilometer (km) per tahun, akan mampu mensubstitusi impor dan menghemat devisa hingga US$ 500 juta atau setara Rp 6,85 triliun.


Keberadaan pabrik ini juga akan semakin memperkuat struktur dan daya saing industri pendukung sektor telekomunikasi di dalam negeri.


“Saat ini, kebutuhan kabel serat optik di dalamnegeri mencapai 9 juta kmper tahun. Dengan dibangunnya pabrik ini, dapat mengurangi impor sebesar 8-10% dari kebutuhan per tahun,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, Rabu (28/2).


Menperin mengatakan, pembangunan pabrik kabel serat optik tersebut dilakukan dalam waktu singkat dan bisa diselesaikan dengan baik. Dengan kapasitas produksi 2 juta km per tahun, menjadikan PT YOI sebagai perusahaan kabel serat optik terbesar di Indonesia.


PT YOI merupakan perusahaan patungan antara Yangtze Optical Fibre and Cable (YOFC) asal Tiongkok dengan perusahaan nasional PT Fiber Optik Teknologi Indonesia (FOTI).


Sebelumnya, pada 2016, PT YOI berperan serta dalam membangun industri fiber optik core di Indonesia dengan kapasitas produksi sebesar 3 juta km per tahun. Ini merupakan pabrik fiber optik core pertama dan satu-satunya di Asean.


CEO PT YOI Chen Hui Xiong mengungkapkan, nilai investasi pembangunan pabrik kabel serat optik sekitar US$ 22 juta. “Dengan beroperasinya pabrik baru ini, fasilitas produksi fiber optik dan kabel optik kami telah terintegrasi. Total investasi kami hingga saat ini sudah mencapai US$ 50 juta,” ungkap dia.


Chen Hui Xiong berharap, dengan dukungan dari pemerintah Indonesia serta paramitra bisnisnya, perusahaan akan terus berkontribusi memajukan program pemerintah dalam membangun teknologi broadband dan infrastruktur telekomunikasi.


“Semoga investasi kami ini turut berperan mendorong tumbuhnya industri komponen lokal di Indonesia,” tutur dia.


Menurut dia, saat ini YOFC adalah penyuplai nomor satu di sektor optical preform, optical fiber, dan optical cable di dunia. Sedangkan PT FOTI, merupakan perusahaan lokal yang memiliki misi untuk meningkatkan dan memajukan industri serat optik berbasis teknologi di Indonesia.


Pada kesempatan yang sama, Menperin mengatakan, pengembangan industri kabel serat optik di dalam negeri masih memiliki prospek yang cerah ke depannya. Hal ini seiring dengan upaya pemerintah dalam membangun infrastruktur telekomunikasi dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri.


“Di era digital seperti sekarang ini, sistem komunikasi menuntut adanya efisiensi dalam pengiriman informasi dari narasumber ke penerima. Hal ini mendorong pengembangan teknologi kabel baru untuk meningkatkan efisiensi dalam sistemkomukasi tersebut,” papar dia. (ajg)



Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM